SALATIGA,HARIAN7.COM – Panel surya tak lagi harus bergantung pada posisi matahari yang terus berubah. Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mengembangkan teknologi Solar Tracker berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mengikuti pergerakan matahari secara otomatis dan meningkatkan efektivitas penyerapan energi surya hingga 16 persen.
Inovasi tersebut berhasil mencuri perhatian dewan juri dalam ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026. Atas karya tersebut, tim mahasiswa UIN Salatiga berhasil meraih medali perak (silver medal) pada kategori Riset/Teknologi Konservasi Energi untuk Kampus Hijau.
Keunggulan teknologi ini terletak pada penggunaan sistem real time clock yang memungkinkan panel surya menyesuaikan arah mengikuti pergerakan matahari secara otomatis dan waktu nyata.
Dengan mekanisme tersebut, posisi panel dapat diatur agar lebih optimal dalam menerima paparan sinar matahari. Teknologi ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi terbarukan, khususnya di lingkungan kampus.
Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy, mengapresiasi capaian mahasiswa tersebut. Menurut dia, inovasi itu menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi teknologi yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Mahasiswa UIN Salatiga kembali menunjukkan kebolehannya di ajang nasional. Inovasi ini merupakan kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi untuk mendukung efisiensi energi dan mewujudkan lingkungan kampus ramah lingkungan,” kata Zakiyuddin.
Sementara itu, gelaran OASE PTKIN 2026 resmi ditutup oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Sahiron, Jumat (6/11/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Sahiron mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti mengembangkan riset dan terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai kegiatan akademik.
“Jangan berhenti mencoba. Tantang diri sendiri untuk terus melampaui batas. OASE ini adalah bagian kecil dari persiapan kita untuk menyambut Indonesia Emas,” ujarnya.
Selain meraih medali perak melalui inovasi Solar Tracker, kontingen UIN Salatiga juga mencatatkan prestasi pada dua kategori lainnya.
Mereka berhasil menjadi Runner-up I pada bidang Agama/Musabaqah Fahmil Quran dan Runner-up II pada bidang Agama/Karya Tulis Alquran.
Capaian tersebut menambah daftar prestasi mahasiswa UIN Salatiga dalam ajang nasional sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan teknologi dan penguatan kompetensi keagamaan dapat berjalan beriringan.









Tinggalkan Balasan