Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Universitas Islam Negeri Salatiga mempertegas keterlibatannya dalam pembangunan daerah dengan menjadi mitra strategis penyusunan Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Kota Salatiga 2025–2045. Perguruan tinggi tersebut dilibatkan untuk membantu merancang arah investasi yang dinilai lebih inklusif, berbasis riset, dan berkelanjutan.
Keterlibatan UIN Salatiga mengemuka dalam forum diskusi bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Salatiga, Kamis (7/5/2026).
Kepala DPMPTSP Kota Salatiga, Agung Nugroho mengatakan, penyusunan dokumen investasi jangka panjang membutuhkan dukungan akademik agar kebijakan yang dihasilkan lebih terukur dan tepat sasaran.
“Penyusunan RUPM ini memerlukan sinkronisasi antara regulasi pemerintah dan kesiapan sumber daya manusia. Kehadiran UIN Salatiga sebagai mitra strategis sangat membantu kami dalam memetakan potensi investasi,” ujar Agung.
Menurut dia, pemerintah kota tidak hanya ingin menarik investor masuk, tetapi juga memastikan investasi memberi dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Ketua Tim Penyusun RUPM, Abdul Aziz N.P. menyebut keterlibatan perguruan tinggi penting untuk memastikan dokumen investasi disusun berbasis data dan pendekatan ilmiah.
“Kami ingin menciptakan ekosistem investasi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, tetapi juga menjunjung nilai inklusivitas dan keberlanjutan,” kata Abdul Aziz.
Ia menilai kampus memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi dan inkubasi bisnis yang dapat mendukung kebutuhan dunia usaha dan investor di masa depan.
Sementara itu, Rektor UIN Salatiga, Zakiyuddin Baidhawy menegaskan kesiapan kampusnya untuk menjadi motor penggerak iklim investasi melalui jalur pendidikan dan penguatan sumber daya manusia.
Menurut dia, salah satu potensi besar yang dimiliki UIN Salatiga adalah jaringan internasional dan keberadaan mahasiswa asing yang terus bertambah setiap tahun.
“Mahasiswa asing adalah agen branding yang menyebarkan nilai toleransi dan keunikan Salatiga ke dunia internasional. Ini menjadi modal besar untuk memperkuat posisi Salatiga sebagai kota tujuan investasi bernilai tambah tinggi,” ujar Zakiyuddin.
Melalui penyusunan RUPM 2025–2045, Pemerintah Kota Salatiga berharap arah investasi ke depan tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu membangun ekosistem usaha yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.








Tinggalkan Balasan