Laporan: Shodiq

KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Rekaman CCTV aksi “preman jalanan mode marah-marah” di jalur Lemah Abang–Bandungan, Desa Jimbaran, Kecamatan Bandungan, viral di media sosial usai memperlihatkan keributan antara pengemudi mobil dan pengendara motor.

Video itu bikin netizen geleng kepala. Pasalnya, keributan diduga cuma dipicu perkara klasik di jalan raya: merasa tidak dikasih ruang buat nyalip.

Beruntung, jajaran Polres Semarang bergerak cepat dan berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial T (37), warga Kecamatan Bergas.

Kapolres Semarang, Ratna Quratul Ainy, mengatakan pelaku kini diamankan di Polsek Bandungan untuk menjalani pemeriksaan.

“Terduga pelaku emosi karena tidak diberi ruang untuk mendahului kendaraan di depannya,” ujar AKBP Ratna Quratul Ainy, Selasa (12/5/2026).

Kalau kata netizen, ini mungkin kategori “emosi premium”: telat nyalip sedikit, tangan langsung pengin ikut rapat.

Kapolsek Bandungan, Subedi, menjelaskan insiden bermula saat pelaku melaju dari arah Bandungan menuju Lemah Abang pada Minggu malam (10/5/2026).

Saat itu, korban bernama Nanang (36) sedang santai naik motor berboncengan dengan istrinya. Namun situasi berubah panas ketika pelaku merasa lajunya seperti “di-PHP-in” karena tak segera mendapat ruang untuk menyalip.

Begitu berhasil mendahului, pelaku langsung menghentikan korban di tengah jalan. Adu mulut pun pecah sebelum akhirnya berujung dugaan pemukulan.

“Setelah berhasil menyalip, pelaku menghentikan korban dan terjadi cekcok hingga berujung pemukulan,” jelas Subedi.

Lucunya, rekan pelaku yang berada di dalam mobil justru terlihat jadi “tim pendingin,” berusaha melerai dan menarik pelaku kembali masuk mobil sebelum drama jalanan makin panjang episodenya.

Korban kemudian melapor ke Bhabinkamtibmas setempat. Hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Bandungan akhirnya mengarah ke identitas pelaku yang berhasil diamankan pada Senin malam (11/5/2026).

Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku emosinya meledak spontan dan polisi memastikan saat kejadian ia tidak berada di bawah pengaruh alkohol maupun minuman keras.

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini kembali jadi bukti bahwa di jalan raya, sabar itu kadang lebih langka daripada lampu sein yang dipakai dengan benar.