SEMARANG | HARIAN7.COM – Dinamika organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Semarang kembali mencuri perhatian publik khususnya menjelang pemilihan Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB). Salah satu figur kuat yang menjadi sorotan adalah Doni Sahroni, S.H M.H. seorang advokat yang dikenal akrab dengan dunia penegakan hukum dan keadilan.
Doni menyatakan siap membawa pembaruan nyata bagi FKSB dan menilai bahwa hukum dan aturan sejatinya melekat dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, terlebih di dalam sebuah organisasi formal maupun non-formal.
”Kalau ilmu hukum itu kan sebetulnya ada di kehidupan masyarakat semuanya ya, kebanyakan dan apalagi di organisasi. Di organisasi kan ada yang namanya AD/ART, peraturan organisasi itu juga berbau hukum. Harapannya, ormas-ormas di Kota Semarang itu semua mengerti hukum, paham hukum dan bisa mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, saat ditemui dikantor, Jumat (6/11/2026).
Pengalaman Advokasi Bentuk Karakter Kepemimpinan
Sebagai seorang praktisi hukum, Doni menceritakan bagaimana pengalaman panjangnya dalam menangani berbagai perkara di dunia advokasi membentuk karakternya dalam memimpin, menyelesaikan konflik, serta membangun komunikasi lintas elemen.
Menurutnya, proses panjang menyelesaikan persoalan hukum telah melatih dirinya untuk mengelola manajemen masalah secara taktis dan solutif. Pengalaman inilah yang ia yakini sangat relevan untuk ditarik ke dalam suksesi kepemimpinan FKSB di mana terdapat berbagai macam karakter dan kepala dari pimpinan ormas yang berbeda-beda.
”Bagaimana cara memanajemen itu biar satu suara, kompak, solid dan kebersamaan. Itu sama juga ketika kita menangani permasalahan hukum dan bagaimana memanajemen permasalahan hukum itu untuk kepentingan klien kita perjuangkan,” jelasnya.
”Di dalam FKSB juga begitu, bagaimana kita memanajemen ormas-ormas yang ada di Kota Semarang yang berbagai macam warna, karakteristik, keinginannya, kita kelola, kita totok, kita bersama-sama untuk bisa menjadi kekuatan sebagai gerakan sebagai kontrol pada pemerintahan,” imbuh Doni.
Sinergi Strategis dengan Pemerintah dan Penegak Hukum
Doni memandang bahwa FKSB memiliki posisi strategis yang sangat besar karena menaungi puluhan ormas se Kota Semarang. Di bawah kepemimpinannya kelak, ia berkomitmen untuk mempererat hubungan baik dengan stakeholder Pemerintah Kota Semarang maupun jajaran aparat penegak hukum.
Doni mencontohkan, FKSB dapat bersinergi dengan pemerintah kota untuk mengedukasi masyarakat hingga tingkat kecamatan terkait kesadaran hukum. Di sisi lain, komunikasi yang erat dengan aparat penegak hukum akan menjadi kunci utama dalam menciptakan iklim kota yang aman, tenteram dan damai.
Program Kerja Berkelanjutan dan Inovasi Ambulans Gratis
Doni turut mengapresiasi kerja keras para tokoh pendahulu FKSB seperti mulai dari Zainal Petir, Arnas, hingga Jumai yang telah membawa FKSB pada pencapaian gemilang saat ini. Doni menegaskan komitmennya untuk meneruskan program-program yang sudah berjalan dengan baik, memperbaiki aspek yang kurang, serta menghadirkan terobosan baru.
Program-program, lanjut Doni, yang sudah baik akan diteruskan, sementara sektor komunikasi yang sempat kurang harmonis berupaya diperbaiki agar kembali solid. Tidak hanya itu, Doni juga memaparkan gagasan dan program unggulan pribadi yang belum pernah dilakukan oleh kepemimpinan sebelumnya.
”Saya bercita-cita dan berkeinginan FKSB ke depan punya kendaraan operasional ambulans yang di mana ambulans itu diperuntukkan dan dipergunakan untuk warga masyarakat Kota Semarang secara gratis. Jadi tidak ada dipungut biaya berapa pun untuk warga Kota Semarang menggunakan fasilitas yang ada di FKSB,” terangnya.
Dapat Dukungan Berbagai Ormas di Kota Semarang
Doni Sahroni menyatakan Kehadirannya dalam bursa pencalonan ini bukan atas dasar ambisi pribadi, melainkan karena adanya dorongan dan aspirasi kuat dari berbagai pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Semarang.
”Jadi, awal muasalnya bukan saya yang ingin menjadikan diri sebagai ketua FKSB, tapi ini keinginan dari teman-teman ormas yang ada di Kota Semarang yang melihat ingin ada suasana baru di FKSB, ada warna baru yang bisa memimpin, menakhodai FKSB next ke depan ini,” ujarnya.
Menurutnya, mulanya ia tidak memiliki niat khusus untuk mencalonkan diri sebagai Ketua FKSB. Namun, aspirasi dari rekan-rekan ormas yang menginginkan suasana serta warna baru dalam kepemimpinan organisasi ke depan membuatnya tergerak untuk merespons panggilan tersebut.
Ia mengaku awalnya sempat mempertimbangkan alasan dan dasar dari keinginan tersebut. Kendati demikian, sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam menampung aspirasi masyarakat dan rekan-rekan ormas, Doni akhirnya memantapkan diri untuk maju berkontestasi.
”Makanya dari niat itu, lalu teman-teman mendorong saya, meminta saya untuk maju berkontestasi, saya memantapkan diri dengan bismillah karena didorong oleh teman-teman dan didukung oleh teman-teman, sebagai wujud pertanggungjawaban saya menerima amanah, saya akan maju dalam kontestasi pemilihan suksesi FKSB ke depan,” pungkasnya.









Tinggalkan Balasan