DEPOK | HARIAN7.COM – Kehadiran grup band El Corona dalam rangkaian Lebaran Kota Depok 2026 tidak hanya menyuguhkan hiburan musik yang memukau, tetapi juga membawa berkah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ribuan warga yang tumpah ruah untuk menyaksikan pertunjukan tersebut secara langsung mendongkrak omzet para pedagang di sekitar area acara.
Suasana di Alun-alun Kota Depok, Jumat (8/5/2026), tampak sangat padat. Selain terpaku pada panggung utama, kerumunan massa juga terlihat antre di berbagai stan kuliner dan kios mainan. Para pedagang mengaku kebanjiran pengunjung sejak El Corona mulai menaikkan tempo lagu-lagu dangdut yang dibawakan.
Mulai dari penjual bakso, takoyaki, hingga jajanan khas seperti kerak telor, semuanya laris manis diserbu warga. Bahkan, pedagang balon-balonan pun ikut merasakan imbas positif dari ramainya suasana tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini dagangan cepat habis. Biasanya kalau sepi, baru laku beberapa puluh porsi. Tapi karena ada mas-mas El Corona yang bikin orang betah lama-lama di sini, pembeli jadi lapar dan haus. Bakso dan kerak telor saya habis dalam waktu tiga jam,” kata Ujang (45), salah satu pedagang kaki lima di kawasan alun-alun, dengan wajah sumringah.
Hal senada disampaikan oleh Siti (38), penjual takoyaki dan minuman dingin. Ia menyebutkan bahwa strategi panitia yang menghadirkan bintang tamu populer berhasil menciptakan efek domino bagi ekonomi kreatif lokal.
“Warga datang bawa keluarga, anak-anak minta jajan, orang tua butuh camilan. Suasana dangdutnya bikin orang semangat, jadi pengeluaran untuk jajan jadi nggak terasa. Ini rezeki buat kami kecil-kecilan,” ujarnya.
Fenomena ini membuktikan bahwa event budaya seperti Lebaran Kota Depok memiliki multiplier effect atau dampak berganda terhadap perekonomian masyarakat bawah. Ketika hiburan berkualitas disajikan di ruang publik, durasi tinggal warga di lokasi acara menjadi lebih panjang, yang secara otomatis meningkatkan peluang transaksi jual beli.









Tinggalkan Balasan