HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Polres Ngawi Bongkar Penyelundupan 7 Ton Pupuk Bersubsidi, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara

Laporan: Budi Santoso

NGAWI | HARIAN7.COM – Polres Ngawi Polda Jatim kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas penyalahgunaan pupuk bersubsidi. Baru-baru ini, jajaran kepolisian berhasil mengungkap praktik ilegal penjualan pupuk bersubsidi yang dilakukan di luar wilayah edar yang telah ditentukan.

Baca Juga:  Praktik Cheat Mobile Legends Dibongkar, Polda Jateng Tegaskan Perang terhadap Kejahatan Siber

Kapolres Ngawi, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan pupuk bersubsidi demi memastikan distribusi yang tepat kepada petani yang berhak.

Baca Juga:  Truk Pengangkut Paket Shopee Terbakar di KM 450 Tol Solo-Semarang, Muatan 7 Ton Dilalap Api

Kasus ini terungkap saat Tim Tiger Satreskrim Polres Ngawi yang dipimpin oleh Kanit Pidsus Ipda Agus Marsanto, S.H., melakukan patroli rutin di sekitar Jalan Ring Road Timur, Ngawi. Petugas mencurigai sebuah truk Canter berwarna kuning dengan stiker bertuliskan “Angkutan Pupuk Bersubsidi Kabupaten Sukoharjo.” Setelah diperiksa, pengemudi berinisial D (42), warga Ngawi, tidak dapat menunjukkan dokumen resmi pengangkutan pupuk tersebut.

Baca Juga:  IPPA Fest Jadi Centre of Excelence Kreativitas dan Produktifitas WBP, Pengamat Puji Kinerja Menteri Imipas

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa tersangka memperoleh pupuk dari kios resmi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan harga Rp130.000 per sak, kemudian menjualnya di Ngawi dengan harga yang jauh lebih tinggi, berkisar antara Rp155.000 hingga Rp220.000 per sak.

Baca Juga:  OTT KPK Guncang Madiun: Wali Kota Ikut Diamankan, Uang Ratusan Juta Disita

Barang Bukti yang Diamankan:

1 unit truk Canter warna kuning (AD-9615-KF)

80 sak pupuk bersubsidi jenis Urea (50 kg per sak)

60 sak pupuk bersubsidi jenis Phonska (50 kg per sak)

Baca Juga:  Makam Ahmad Romdan Dibongkar, Ternyata Ia Tewas Ditangan Istrinya, Polres Ngawi Terus Dalami Kasus Ini

Total pupuk bersubsidi yang diamankan: 7 ton

Kapolres Ngawi menegaskan bahwa pelaku akan dijerat dengan pasal penyalahgunaan pupuk bersubsidi, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar.

Baca Juga:  Menaker Tekankan Inklusivitas, Pekerja Informal Harus Terlindungi Jaminan Sosial

“Kami akan terus mengawasi dan menindak tegas praktik ilegal seperti ini demi menjaga ketahanan pangan dan memastikan pupuk bersubsidi sampai kepada petani yang berhak,” ujar AKBP Dwi Sumrahadi.

Baca Juga:  Konflik Internal! Demokrat Salatiga Lapor ke DPD Jateng, Tiga Anggota DPRD Terancam Diganti

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan pupuk bersubsidi di wilayah mereka.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!