HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Polsek Sidomukti Redam Keributan Pelajar SMK di Simpang Grogol, Begini Kronologinya

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Polisi meredam keributan yang melibatkan pelajar dari dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Salatiga, Selasa (10/3) siang. Tiga pelajar dari salah satu SMK swasta sempat diamankan warga sebelum akhirnya diserahkan kepada petugas.

Keributan itu terungkap setelah Piket SPKT Polsek Sidomukti menerima laporan masyarakat sekitar pukul 12.15 WIB mengenai adanya perkelahian pelajar di Simpang Empat Grogol, Jalan Nakulo Sadewo, Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Menindaklanjuti laporan tersebut, piket jaga Polsek Sidomukti yang dipimpin Panit III Unit Reskrim IPTU Meisal Prariadena, S.E., M.H. langsung menuju lokasi. Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati tiga pelajar dari salah satu SMK swasta di Salatiga telah diamankan warga.

Baca Juga:  Kenali Cara Mudah Mengurus Sertipikat Tanah yang Hilang

Ketiga pelajar itu kemudian dibawa ke Polsek Sidomukti untuk penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, peristiwa bermula sekitar pukul 11.30 WIB di Simpang Empat Kecandran, Jalur Lingkar Selatan (JLS) Salatiga. Saat itu dua pelajar dari salah satu SMK negeri di Salatiga berboncengan sepeda motor melaju dari arah Semarang menuju Solo.

Di lokasi tersebut, keduanya berpapasan dengan rombongan sekitar sepuluh pelajar dari SMK swasta yang mengendarai lima sepeda motor. Rombongan itu kemudian berbalik arah dan mengejar kedua pelajar tersebut sambil meminta mereka berhenti dan menanyakan asal sekolah.

Setelah mengetahui keduanya merupakan siswa dari salah satu SMK negeri di Salatiga, rombongan sempat meninggalkan lokasi. Namun tidak lama kemudian mereka kembali melakukan pengejaran.

Baca Juga:  Servis Dzikir dan Pepiling, Nada Dakwah Qasima Secang Meriahkan Rejebpan di Bowongan

Merasa terancam, kedua pelajar itu berhenti di sekitar Sumur Wali, JLS Salatiga, dan meminta bantuan warga. Seorang warga yang berprofesi sebagai tukang tambal ban bersama warga sekitar kemudian membantu mengamankan rombongan pelajar yang diduga melakukan pengejaran.

Rombongan pelajar tersebut akhirnya diamankan di Simpang Empat Grogol dan diserahkan kepada petugas kepolisian yang telah berada di lokasi.

Kapolsek Sidomukti Kompol Sunoto, S.H., mengatakan pihaknya segera melakukan koordinasi dengan sekolah dan orang tua para pelajar yang terlibat. Permasalahan kemudian diselesaikan melalui mediasi.

“Atas kejadian tersebut kami berkoordinasi dengan pihak sekolah serta orang tua atau wali para pelajar yang terlibat. Selanjutnya dilakukan mediasi dan dibuat surat pernyataan bahwa kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan, saling memaafkan, serta berjanji tidak mengulangi perbuatan serupa,” ujar Sunoto.

Baca Juga:  Isu Jabatan Dewan Pengawas PDAM & RSUD Salatiga Bikin Geger, Wali Kota Robby Hernawan Buka Suara

Menurut dia, kesepakatan tersebut ditandatangani para pihak dengan disaksikan perwakilan sekolah dan orang tua.

Sunoto juga mengapresiasi warga yang membantu meredam situasi sehingga keributan tidak berkembang menjadi tawuran.

“Terimakasih dan apresiasi kepada warga yang membantu pihak kepolisian. Kami mengimbau para pelajar untuk tidak terlibat dalam aksi yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” katanya.

Ia juga mengajak pihak sekolah dan orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas para pelajar di luar lingkungan sekolah.

“Kami mengajak pihak sekolah dan orang tua untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas para pelajar di luar lingkungan sekolah,” tutup Sunoto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!