HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Panen 100 Kg Tomat, Warga Binaan Lapas Purwodadi Didorong Mandiri Lewat Pertanian

Laporan: Muhamad Nuraeni

GROBOGAN | HARIAN7.COM – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Purwodadi, Kabupaten Grobogan, menunjukkan hasil positif. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berhasil memanen tomat hingga 100 kilogram dari lahan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE), Rabu (8/4/2026).

Kepala Lapas Purwodadi, Erik Murdiyanto, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program pembinaan yang sejalan dengan arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Lapas Purwodadi terus berproses dalam menjalankan program kementerian. Hari ini kami berhasil panen tomat, dan saat ini juga tengah dikembangkan peternakan ayam petelur serta pertanian cabai dan melon,” ujar Erik.

Baca Juga:  Kerap Dijumpai Pasangan Kepala Daerah Tidak Harmonis, Taj Yasin Maimoen: Rahasianya Agar Tetap Harmonis dan Kompak Adalah Komunikasi

Ia menjelaskan, program pembinaan tersebut diikuti baik oleh WBP yang menjalani asimilasi luar maupun yang berada di dalam lapas, dengan tetap dalam pengawasan petugas.

Proses budidaya tomat dilakukan secara bertahap, mulai dari penyemaian bibit, penanaman, hingga perawatan rutin seperti penyiraman, pemupukan, dan pembersihan gulma. Pengendalian hama juga dilakukan secara berkala untuk memastikan tanaman tumbuh optimal.

Baca Juga:  Jelang Pilkades Serentak di 15 Desa, Kapolres Boyolali Laksanakan Patroli Dialogis

Setelah memasuki masa panen, tomat dipetik secara bertahap dengan memperhatikan kualitas hasil. Dari proses tersebut, diperoleh total panen mencapai 100 kilogram.

“Hasil panen ini akan dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur di lingkungan lapas, sebagai upaya penyediaan bahan pangan segar dan bergizi bagi warga binaan,” kata Erik.

Baca Juga:  Antisipasi Dalam Memilih Hewan Ternak Ditengah Wabah PMK , Panitia Kurban Jamaah Masjid Al Ikhlas Lebih Selektif Sebelum Membeli

Menurut dia, kegiatan pertanian ini tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga menjadi sarana pembekalan keterampilan praktis bagi warga binaan. Program tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab sekaligus mempersiapkan mereka untuk kembali ke masyarakat.

Pemanfaatan lahan produktif di lingkungan lapas, lanjutnya, akan terus dikembangkan guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih mandiri dan produktif.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!