HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Belajar “Say No” di Markas BNN: 86 Mahasiswa UIN Salatiga Bikin Janji Lawan Narkoba

Laporan: Muhamad Nuraeni

SEMARANG | HARIAN7.COM – Ada yang berbeda dari kuliah lapangan mahasiswa Psikologi Islam UIN Salatiga kali ini. Bukan sekadar teori di kelas, sebanyak 86 mahasiswa justru “turun gelanggang” langsung ke kantor BNNP Jawa Tengah untuk belajar memerangi narkoba dari garis depan, Selasa (28/4/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Ruang Bhara Dhaksa, lantai 3 kantor BNNP Jateng itu sekaligus menjadi momentum penting. Kampus dan lembaga negara tersebut resmi mengikat kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Kepala BNNP Jateng, Toton Rasyid, menyambut hangat kehadiran para mahasiswa. Ia menilai generasi muda punya posisi strategis dalam memutus rantai penyalahgunaan narkotika.

Baca Juga:  Ingin Berobat Ke RSUD Temanggung, Masyarakat Jangan Khawatir, Begini Penjelasan Tetty

“Tidak memakai narkoba adalah kontribusi nyata. Menolak narkoba adalah bentuk cinta tanah air,” ujarnya.

Dalam paparannya, Toton mengungkap fakta yang tak bisa dianggap remeh. Berdasarkan survei bersama BNN, BPS, dan BRIN periode 2023–2025, angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,1 juta jiwa usia produktif 15–64 tahun.

Angka itu, menurut dia, menjadi alarm keras bahwa narkotika masih menjadi ancaman serius. Terlebih, sindikat peredaran disebut kian masif dan menyasar berbagai wilayah tanpa terkecuali.

Baca Juga:  POLISI GREBEK GUDANG MESIU! 5 TERSANGKA DITANGKAP, 3 MASIH BOCAH

“Tidak ada wilayah yang benar-benar aman,” kata Toton.

Ia juga mengingatkan bahaya dari sisi psikologis, mulai dari kerusakan fungsi otak, kecanduan, hingga halusinasi. Bahkan, rokok elektrik atau vape kini disebut berpotensi disalahgunakan sebagai media konsumsi zat terlarang.

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah UIN Salatiga, Adang Kuswaya, berharap kegiatan ini membuka wawasan mahasiswa secara menyeluruh, tak hanya soal hukum, tetapi juga pendekatan psikologis dan rehabilitasi.

“Kami ingin mahasiswa paham utuh, sehingga tidak terjebak penyalahgunaan,” ujarnya.

Penandatanganan MoU turut dilakukan Rektor UIN Salatiga, Zakiyuddin. Ia menegaskan narkotika bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan juga ancaman bagi ekonomi dan ketahanan keluarga.

Baca Juga:  Di Forum Dunia, Presiden Prabowo: Makan Bergizi Gratis adalah Investasi Masa Depan Bangsa

“Ketika menjauhi narkoba, kita menjaga akal tetap sehat. Ini penting bagi individu hingga masyarakat luas,” katanya.

Kegiatan KKL tak hanya diisi paparan materi, tetapi juga dialog interaktif. Mahasiswa aktif mengulik peran psikologi dalam pencegahan hingga proses rehabilitasi pecandu.

Dari ruang diskusi itu, lahir satu pesan sederhana namun kuat: melawan narkoba bisa dimulai dari diri sendiri. Para mahasiswa pun diharapkan pulang bukan hanya membawa catatan, tetapi juga tekad menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!