HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Operasi Ketupat 2026 Dinilai Sukses, Pengamat Beri Penghargaan kepada Kakorlantas Polri

Jurnalis : Ilham

JAKARTA | HARIAN7.COM – Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Pengamat Lalu Lintas dan Transportasi, Banter Adis, yang menilai operasi pengamanan mudik dan arus balik Lebaran tahun ini berjalan sukses, baik dalam menjaga kelancaran lalu lintas maupun menekan angka kecelakaan secara nasional.

Apresiasi tersebut diwujudkan melalui pemberian penghargaan kepada Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., di Gedung Korlantas Polri, Jakarta, Selasa (31/03/2026).

Menurut Banter Adis, bahwa keberhasilan Operasi Ketupat 2026 patut diapresiasi karena mampu menjawab tantangan besar selama periode Lebaran, yang selalu diwarnai lonjakan mobilitas masyarakat di berbagai jalur utama nasional.

Ia menilai, Operasi Ketupat 2026 Sesuai Arahan Bapak Kapolri yang mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Keberhasilan tersebut, kata dia, tidak hanya terlihat pada saat puncak arus mudik, tetapi juga selama fase peningkatan volume kendaraan hingga arus balik yang selama ini dikenal sebagai periode paling krusial dalam pengelolaan lalu lintas nasional.

Baca Juga:  Polsek Pakis Gelar Tasyakuran HUT Bhayangkara ke-79, Kapolsek : Kami akan terus berkomitmen untuk selalu tingkatkan pelayanan kepada masyarakat

“Arus mudik dan arus balik 2026 melalui koordinasi yang baik antar-lembaga, baik kementerian, kepolisian, pemerintah daerah, serta BUMN, menjadi bukti kehadiran negara dalam melayani masyarakat. Kepadatan lalu lintas nasional pun dapat terkendali melalui skema one way nasional, one way sepenggal presisi, hingga contraflow,” ujar Adis.

Menurutnya, kelancaran arus lalu lintas selama musim Lebaran tahun ini tidak lepas dari sinergi antarlembaga yang berjalan efektif. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan pelayanan, pengamanan, dan perlindungan kepada masyarakat selama momentum mudik dan balik Lebaran.

Selain kelancaran arus kendaraan, Adis juga menyoroti keberhasilan aparat dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban jiwa. Baginya, keberhasilan Operasi Ketupat tidak hanya diukur dari kemampuan mengurai kepadatan, tetapi juga dari aspek keselamatan masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan Korlantas Polri, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026 mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga:  BPN Cilacap Targetkan 2.060 Bidang Tanah Pada Program PTSL 2026

“Jumlah fatalitas korban meninggal dunia mengalami penurunan 104 orang atau sebesar 30,41 persen. Pada tahun 2026 tercatat sebanyak 238 orang, sedangkan pada tahun 2025 mencapai 342 orang,” ujar Kakorlantas Polri.

Tak hanya itu, jumlah perkara kecelakaan lalu lintas secara nasional juga tercatat menurun. Pada tahun 2026, terdapat 2.727 perkara kecelakaan, sedangkan pada tahun 2025 tercatat 2.880 perkara, atau turun sebesar 5,31 persen.

“Tahun 2026 ini terdapat 2.727 perkara kecelakaan, sementara tahun sebelumnya mencapai 2.880 perkara. Selain itu, tahun ini juga tercatat nihil kecelakaan menonjol,” kata Irjen Pol Agus Suryonugroho.

Bagi Adis, capaian tersebut merupakan indikator nyata bahwa Operasi Ketupat 2026 tidak hanya fokus pada aspek kelancaran mobilitas, tetapi juga berhasil menghadirkan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun arus balik.

“Ini merupakan indikator keberhasilan Operasi Ketupat sebagai operasi kemanusiaan, dan layak diberikan apresiasi serta penghargaan kepada Kakorlantas Polri,” tegasnya.

Baca Juga:  Peringati Hari Jadi Polwan ke-77, Polwan Polres Nganjuk Ziarah ke TMP Yudha Pralaya

Lebih jauh, Adis juga menyoroti pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan lalu lintas yang diterapkan Korlantas Polri selama pelaksanaan operasi. Menurutnya, penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), drone presisi, serta berbagai perangkat pendukung lainnya menjadi bagian penting dalam modernisasi pelayanan publik di bidang lalu lintas.

Ia menilai, rekayasa lalu lintas saat ini tidak lagi sekadar pendekatan teknis semata, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari sistem pelayanan publik yang lebih responsif, terukur, dan adaptif terhadap dinamika di lapangan.

“Rekayasa lalu lintas tidak lagi sekadar teknis, tetapi sudah menjadi bagian dari pelayanan publik yang adaptif,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, Banter Adis menilai Operasi Ketupat 2026 layak disebut sebagai salah satu pelaksanaan pengamanan Lebaran yang berhasil, tidak hanya dari sisi mobilitas, tetapi juga dari aspek keselamatan masyarakat.

Ia menegaskan, keberhasilan ini patut dijadikan evaluasi positif sekaligus model pengelolaan lalu lintas nasional dalam menghadapi momentum besar lainnya di masa mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!