KABUPATEN SEMARANG,HARIAN7.COM -Fenomena tanah bergerak mengancam permukiman warga di Ngembel Dusun Jrebeng, Desa Wiru, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu unit rumah milik Dasno (64) mengalami kerusakan parah pada bagian lantai hingga pekarangan depan.

Pemilik rumah, Dasno, menjelaskan bahwa pergerakan tanah di area tempat tinggalnya terjadi secara bertahap. Hingga saat ini, lantai di dalam rumahnya mengalami retak-retak hebat, sementara amblesan tanah paling parah terlihat jelas di area pekarangan depan rumah.

“Kondisi tanah di depan rumah sudah amblas sekitar satu meter. Retakan di dalam lantai rumah juga semakin lebar setiap harinya, terutama kalau setelah diguyur hujan deras,” kata Dasno saat ditemui di kediamannya, Jumat (6/11/2026).

Akibat pergerakan tanah yang terus aktif, pria ini mengaku merasa was-was dan khawatir struktur bangunan rumahnya tiba-tiba roboh. Ia pun menaruh harapan besar agar ada perhatian dan bantuan cepat dari pemerintah daerah setempat guna mengantisipasi kerusakan yang lebih luas serta menghindari jatuhnya korban jiwa.

Merespons bencana tersebut, Pemerintah Desa Wiru bergerak cepat dengan membenarkan adanya laporan tanah bergerak di wilayah RT 01 RW 05 Dusun Jrebeng. Pihak desa menyatakan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang untuk melakukan peninjauan dan asesmen lebih lanjut di lokasi kejadian.

Kepala Desa Wiru, Khafid, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung melaporkan kejadian tersebut begitu menerima informasi mengenai lahan warga yang longsor. BPBD setempat pun sudah melakukan kontrol serta memberikan bantuan logistik awal.

“Langkah awal yang sudah kami lakukan, kami laporkan ke BPBD. Kemudian ada tindak lanjut penanganan awal dengan dikontrol, lalu diberi beberapa terpal untuk menutup tanah yang retak karena hujan deras ketika itu. Kami juga memberikan bantuan pangan seperti mi instan dan kopi,” terang Khafid saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (7/11/2026) malam.

Selain bantuan logistik, Khafid menegaskan bahwa pemerintah desa telah berupaya mencarikan solusi jangka panjang demi keselamatan warganya. Ia bahkan sempat menawarkan opsi relokasi tempat tinggal kepada Dasno ke lahan pribadi miliknya yang berada di RT yang sama.

“Pak Dasno juga pernah saya tawari untuk pindah rumah ke tanah saya pribadi yang lokasinya masih satu RT di Ngembel RT 01 untuk membangun rumah baru, biar tidak ada gangguan bencana lagi. Namun, Pak Dasno menolak tawaran tersebut,” pungkas Khafid.(*)