Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai mendorong pembangunan Akses Tol Pattimura di Kota Salatiga, Jawa Tengah, yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas kawasan sekaligus memperlancar mobilitas menuju pusat kota. Proyek ini ditargetkan selesai pada 2027.

Pembangunan akses tol tersebut mulai dikerjakan pada April 2026 oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Trans Marga Jateng. Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan jaringan Tol Semarang–Solo yang terus diperluas di wilayah Jawa Tengah.

Menteri PU Dody Hanggodo menyebut pembangunan jalan tol memiliki dampak strategis tidak hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan pemerataan pembangunan antarwilayah.

“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis. Tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2026).

Secara teknis, Akses Tol Pattimura memiliki panjang sekitar 1,66 kilometer dengan nilai proyek mencapai Rp113,35 miliar. Ruang lingkup pekerjaan mencakup pembangunan ramp on, ramp off, serta penanganan Jalan Pattimura sepanjang 555 meter.

Ramp on dibangun sepanjang 661 meter dengan satu lajur satu arah menuju kawasan tol utama, sementara ramp off memiliki panjang 998 meter dengan dua lajur satu arah. Lebar jalur masing-masing dirancang antara 8 hingga 10,15 meter.

Saat ini, pekerjaan masih berada pada tahap awal, yakni pembersihan dan pemerataan lahan. Total kebutuhan lahan proyek mencapai 18.731 meter persegi dengan progres pembebasan lahan sudah mencapai 97,33 persen.

Selain itu, konstruksi juga mencakup pembangunan box culvert, box underpass, dinding penahan tanah, hingga secant pile untuk mendukung keamanan struktur di sekitar lokasi proyek.

Dengan adanya akses baru ini, kendaraan dari arah Semarang tidak perlu lagi memutar jauh untuk masuk ke pusat Kota Salatiga. Kondisi ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat.

Pemerintah juga berharap proyek ini dapat menjadi pemicu tumbuhnya kawasan ekonomi baru di Salatiga dan sekitarnya, termasuk sektor perdagangan, pariwisata, logistik, hingga investasi daerah.(*)