Laporan: Muhamad Nuraeni
JAKARTA | HARIAN7.COM – Kementerian Ketenagakerjaan kembali menggelar Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2 yang diikuti 2.100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia pada 12–13 Mei 2026.
Kegiatan yang digelar bersama Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3) itu dilaksanakan serentak di sejumlah kota seperti Jakarta, Surabaya dan Makassar sebagai upaya memperkuat budaya kerja aman dan sehat di lingkungan industri.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, keberadaan Ahli K3 kini semakin penting di tengah dunia kerja yang semakin dinamis dan memiliki risiko tinggi.
Menurutnya, K3 tidak boleh hanya dipahami sebatas aturan di atas kertas, tetapi harus menjadi budaya kerja yang benar-benar diterapkan di setiap perusahaan.
“Karena itu kualitas Ahli K3 harus dipastikan sejak proses pembinaan dan sertifikasi,” ujarnya.
Sementara itu, Dirjen Binwasnaker dan K3 Ismail Pakaya menyebut evaluasi tersebut bukan sekadar formalitas administratif, melainkan tahapan penting untuk memastikan calon Ahli K3 benar-benar memahami norma keselamatan kerja.
Materi yang diujikan pun tidak main-main. Mulai dari dasar-dasar K3, keselamatan kerja mekanik, listrik, pesawat angkat dan angkut, penanggulangan kebakaran, keselamatan konstruksi bangunan, hingga Sistem Manajemen K3 dan manajemen risiko.
Kemnaker berharap para peserta yang lolos nantinya mampu menjadi penggerak budaya keselamatan kerja di perusahaan masing-masing, sekaligus menekan angka kecelakaan kerja yang masih menjadi tantangan di berbagai sektor industri Indonesia.









Tinggalkan Balasan