BATANG | HARIAN7.COM – Polda Jawa Tengah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif melalui penindakan tegas terhadap premanisme, pungutan liar (pungli), serta berbagai tindak pidana yang dapat menghambat aktivitas dunia usaha.
Kapolda Jateng, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan mengatakan Upaya tersebut diperkuat melalui pembentukan tim di tingkat Polres, penyediaan kanal pengaduan dan patroli terpadu bersama TNI dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani persoalan pekerja dan masyarakat.
“bahwa kepastian keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, pengawalan investasi perlu dilakukan secara berkelanjutan sejak tahap prainvestasi, proses konstruksi, hingga operasional perusahaan.
“Langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat merugikan pelaku usaha, menghambat kegiatan ekonomi, maupun berdampak terhadap masyarakat,” jelasnya.
Kapolda menuturkan, Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah praktik premanisme dan pungli di kawasan industri maupun jalur logistik.
“Praktik tersebut antara lain berupa permintaan jatah proyek oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan organisasi tertentu, serta pungutan tidak sah yang membebani pelaku usaha,” terangnya.
Kapolda menambahkan, Polda Jateng tidak akan memberikan ruang bagi tindakan melawan hukum yang meresahkan masyarakat dan mengganggu iklim investasi.
“saya akan melakukan upaya-upaya, antara lain bagaimana menindak tegas segala macam tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Antara lain tadi sudah saya sampaikan tentang pungli,” ucapnya.









Tinggalkan Balasan