Pewarta: Rusmono|Kaperwil Jateng

CILACAP | HARIAN7. COM – Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti, bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, David Ishaq Aryadi, S.E., M.M., serta Wakil Ketua DPRD Cilacap, Suyatno dari Fraksi Partai Gerindra menggelar Reses sebagai bentuk perhatian dan temu kangen kepada PAC dan ranting Partai Gerindra Cilacap, Rabu (21/10/2026).

Reses kolaborasi tiga tingkatan legislatif ini dipusatkan di Novita Centre, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, yang merupakan wilayah pesisir selatan yang rawan bencana tsunami dan abrasi.

Dalam reses tersebut, isu utama yang dibahas adalah selama dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra masih banyak masukan yang negatif. David dari DPRD Provinsi menghimbau agar para simpatisan Partai Gerindra termasuk PAC dan ranting agar terprovokasi.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Daerah Pemilihan (Dapil) XI, David Ishaq Aryadi saat ditemui usai acara mengatakan, bahwa kegiatan reses kali ini dilakukan secara bersamaan karena masing-masing anggota legislatif tengah menjalankan agenda reses. Menurutnya, kebersamaan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi untuk menjaga komunikasi dengan konstituen.

“Bu Novita reses, saya DPRD provinsi juga reses, Pak Suyatno juga reses. Jadi, kita biasa bersama, berkolaborasi. Kebetulan kita ingin bertemu dengan pengurus-pengurus PAC dan ranting di dapil Kota Cilacap,” ujar David.

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut tidak semata-mata berfokus pada penyampaian permintaan atau aspirasi baru. Para peserta juga berdiskusi mengenai program dan kegiatan yang telah diupayakan melalui peran masing-masing anggota legislatif.

Dalam kesempatan itu, David menyampaikan sejumlah program yang telah diupayakan untuk masyarakat, mulai dari rencana pembangunan tanggul tsunami, sekolah untuk nelayan, program bedah rumah, hingga pembangunan jalan.

Selain program infrastruktur dan perumahan, ia menyebut adanya dukungan dalam bentuk hibah yang dapat diarahkan pada kebutuhan masyarakat, seperti kambing, ikan, maupun gamelan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat sesuai kebutuhan serta ketentuan program yang berlaku.

Meski demikian, sejumlah program tersebut masih memerlukan proses tindak lanjut sesuai perencanaan dan mekanisme yang berlaku. Karena itu, penyampaian dalam kegiatan reses menjadi bagian dari komunikasi mengenai program yang telah dan sedang diupayakan.

David menambahkan, pertemuan rutin dengan para pengurus dan kader menjadi salah satu cara untuk menjaga hubungan dengan konstituen. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai ajang berdiskusi santai sekaligus memperbarui informasi mengenai perkembangan di daerah.

“Untuk penguatan konstituen, salah satunya kita sering berkumpul seperti ini. Kita bercerita, ngobrol, dan mereka juga bisa menyampaikan kondisi di lapangan,” katanya.

Ia menggambarkan pertemuan tersebut tidak hanya sebagai agenda formal reses, tetapi juga sebagai ajang silaturahmi untuk menjaga kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat.

David juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Cilacap dan kader Gerindra, agar tidak mudah terpengaruh informasi bohong atau hoaks yang berpotensi menyesatkan.

Ia menyampaikan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah menjalankan tugas pemerintahan untuk masyarakat. Menurut David, berbagai program dan kebijakan membutuhkan proses sehingga hasilnya tidak selalu dapat dirasakan dalam waktu singkat.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai pandangan David mengenai pentingnya menyikapi informasi publik secara bijak. Masyarakat tetap perlu memeriksa sumber informasi dan menilai perkembangan program pemerintah berdasarkan data serta hasil pelaksanaannya.

Selain membahas program pembangunan dan komunikasi dengan konstituen, David mengungkapkan bahwa penguatan organisasi di Cilacap juga menjadi perhatian Partai Gerindra. Ia menyebut adanya target politik untuk meraih posisi Ketua DPRD melalui penguatan dukungan di daerah pemilihan.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa pertemuan reses tersebut juga memiliki dimensi konsolidasi internal partai, di samping agenda komunikasi dan penyampaian informasi mengenai program pembangunan. Melalui kegiatan ini, para anggota legislatif berharap komunikasi dengan pengurus dan masyarakat dapat terus terjaga.

“Untuk aspirasi mereka tidak minta, tapi kita sambil bertemu, dan bercerita bahwa apa yang sudah kita lakukan bertiga, DPR RI menyalurkan aspirasi yang rencananya tanggul tsunami sebesar Rp. 80 miliar,” pungkasnya. (*)