SEMARANG | HARIAN7.COM – Era pengasuhan anak (parenting) di masa kini menghadapi dinamika dan tantangan yang jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

Ajang Early Life Nutrition (ELN) 2026 ini sukses menarik perhatian ratusan peserta yang terdiri dari para orang tua, praktisi kesehatan hingga pemerhati tumbuh kembang anak.

Dokter Spesialis Anak, dr. Hendra Wardhana, Sp.A, mengatakan Masa awal kehidupan anak bukan sekadar fase tumbuh kembang fisik biasa, melainkan jendela emas yang menentukan kualitas masa depan seorang anak sebagai calon pemimpin bangsa (future leader).

​”Fondasi kesuksesan seorang anak di masa depan sangat bergantung pada apa yang mereka terima pada tahun-tahun pertama kehidupannya,” ujarnya, di Padma Hotel Semarang, Sabtu (5/9/2026).

​Menurutnya, Bahwa perkembangan otak anak terjadi sangat pesat pada masa awal kehidupan, terutama pada hari pertama kehidupan yang dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun.

“Masa awal kehidupan adalah fondasi utama. Jika nutrisi dan stimulasi pada periode ini diberikan secara optimal, maka arsitektur otak anak akan terbentuk dengan kuat,” jelasnya.

Psikolog Indah Sundari Jayanti, S.Psi., M.Psi., menyatakan Kecerdasan emosional merupakan salah satu bekal penting bagi si kecil untuk tumbuh menjadi Future Leader. Karena itu, peran orang tua dibutuhkan hadir dan terlibat bukan hanya secara fisik.

“tetapi secara emosional untuk membantu anak mengenali serta mengelola emosinya. Lingkungan yang suportif juga akan membantunya mengembangkan kecerdasan dan potensi secara optimal,” jelasnya.

Sementara itu, Momfluencer Patricia Gouw, menuturkan Sebagai seorang bunda ingin mempersiapkan Si Kecil agar kelak dapat tumbuh menjadi Future Leader.

“Melalui morinaga saya belajar bahwa proses tersebut dapat dimulai sejak dini melalui pemenuhan nutrisi yang sesuai stimulasi yang tepat serta kehadiran orang tua dalam memahami dan mendukung setiap tahap tumbuh kembangnya,” ucapnya.