UNGARAN,HARIAN7.COM-Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polres Semarang bersinergi dengan Pemkab Semarang dan Baznas setempat membedah tiga rumah tidak layak huni (RTLH). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga stabilitas keamanan masyarakat.

Peresmian dimulainya bedah rumah dilakukan secara simbolis oleh Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy di Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Senin (29/6/2026).

Agenda ini turut disaksikan langsung oleh Bupati Semarang H Ngesti Nugraha dan Wakil Ketua Baznas Kabupaten Semarang HM Mufid.

AKBP Ratna Quratul Ainy menjelaskan, program ini lahir dari temuan langsung di lapangan saat dirinya memantau wilayah. Hunian yang layak dinilai menjadi indikator penting kesejahteraan yang berdampak langsung pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Saya berinisiatif berkomunikasi dengan pihak Pemda dan Baznas untuk memberikan bantuan ini. Mudah-mudahan dengan tempat tinggal yang jauh lebih baik, warga bisa lebih sejahtera,” ujar Ratna.

Bantuan perbaikan rumah ini menyasar tiga warga di tiga kecamatan berbeda, yaitu:

Fajar Arifin: Dusun Gompyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran.

Sutrisno: Dusun Sidomukti, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan.

Sri Maryati: Babadan Siroto, Kelurahan Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat.

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian jajaran Polres Semarang.

Menurutnya, aksi sosial ini melengkapi bantuan air bersih yang sebelumnya juga disalurkan Polres Semarang untuk warga di Kecamatan Bancak.

“Bantuan ini langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” puji Ngesti.

Rasa haru dan syukur mendalam dirasakan oleh salah satu penerima bantuan, Sri Maryati (50). Ia mengaku sangat terbantu karena kondisi rumahnya terdahulu sudah sangat memprihatinkan.

“Terima kasih kepada Ibu Kapolres dan Pak Bupati. Saya sangat bersyukur karena sebelumnya rumah tinggal saya ini sudah nyaris roboh,” tutur Sri.