Laporan : Shodiq
SEMARANG,HARIAN7.COM– Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kian mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung ekonomi Jawa Tengah. Tak main-main, sektor ini tercatat menyumbang lebih dari 20 persen total nilai investasi di provinsi ini sepanjang tahun 2025.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, Sakina Rosellasari, mengungkapkan bahwa dari total realisasi investasi sebesar Rp110 triliun, kontribusi sektor mikro kecil mencapai angka fantastis, yakni Rp22 triliun lebih.
“Ini menggambarkan bahwa mikro kecil sangat kuat, settle, dan stabil sebagai penopang investasi di Jawa Tengah. Ketangguhannya sudah terbukti, bahkan saat pandemi Covid-19 lalu, sektor ini tetap berdiri tegak di tengah keterpurukan ekonomi,” ujar Sakina saat mendampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng meninjau gelaran UMKM Grande di Pollux Mall Paragon, Senin (11/5/2026).
Sakina menambahkan, kekuatan UMKM Jateng merata di berbagai sektor, mulai dari pangan, ritel, hingga kerajinan tangan (handicraft). Ia optimis tren positif ini akan terus merangkak naik pada tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Jateng Sumarno yang hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, tampak antusias membedah potensi produk lokal. Sumarno bahkan menyempatkan diri mencoba alat ukir kayu di salah satu stan peserta pameran.
Kemeriahan UMKM Grande tak hanya menarik minat pejabat, tapi juga pengunjung umum. Asnawi Hasan (73), salah satu pengunjung, mengaku terkesan dengan konsep pameran yang dipadukan dengan edukasi.
“Acaranya luar biasa. Selain pameran ada workshop tanaman yang sangat bermanfaat, terutama bagi pensiunan seperti saya. Ini pengalaman baru yang sangat lengkap penjelasannya,” tutur Asnawi.
Sebagai informasi, UMKM Grande merupakan inisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah.
Mengusung semangat “GReen, KerakyatAN, Digital, & Export”, ajang ini bertujuan mendorong pelaku usaha tidak sekadar berjualan, tetapi juga melek keberlanjutan lingkungan dan teknologi digital agar siap menembus pasar global.
Pameran yang menampilkan produk-produk unggulan binaan Bank Indonesia ini berlangsung selama lima hari, yakni 7–11 Mei 2026, dengan membawa misi besar: “Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia”.(*)









Tinggalkan Balasan