Laporan: Muhamad Nuraeni

KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Pagar kompleks Benteng Fort Willem I Ambarawa, Kabupaten Semarang, kini tak sekadar menjadi bagian dari bangunan bersejarah.

Sejumlah mural dengan tema keselamatan berlalu lintas menghiasi pagar benteng tersebut. Karya itu merupakan hasil Lomba Lukis Mural yang digelar Satlantas Polres Semarang bersama komunitas Hanoman Art Ambarawa.

Lomba tersebut digelar untuk memeriahkan HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara. Namun, yang ditawarkan bukan sekadar lomba adu bagus gambar.

Melalui tema “Seni Visual untuk Keselamatan Berkendara Mewujudkan Lalu Lintas yang Aman, Tertib dan Modern”, mural diharapkan menjadi media edukasi bagi masyarakat.

Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, karya para pelukis dapat menyampaikan pesan keselamatan lalu lintas dengan cara yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami sampaikan apresiasi untuk para pelukis mural ini. Harapan kami, sesuai tema lukis mural tersebut, ke depannya khususnya di Kabupaten Semarang angka kecelakaan lalu lintas bisa menurun,” kata Heru saat meninjau mural di kompleks Benteng Fort Willem I, Rabu (16/9/2026).

Menurut Heru, karya yang dibuat para seniman yang tergabung dalam Hanoman Art tidak hanya menarik secara visual. Mural tersebut juga dinilai bisa memberikan gambaran mengenai tugas polisi lalu lintas yang sehari-hari bersentuhan dengan masyarakat.

Pengunjung minta pagar benteng terus dilukis

Keberadaan mural ternyata mendapat perhatian dari pengunjung benteng, terutama mereka yang memang menyukai seni lukis.

Pujo Suwito (59), atau yang dikenal dengan nama Wito Gores, mengaku senang melihat pagar benteng dihiasi mural yang memiliki tema jelas.

Menurut warga Tangerang tersebut, mural menjadi lebih enak dipandang karena tidak dibuat sekadar memenuhi ruang kosong.

“Apalagi lukisan yang dibuat ini tidak asal melukis karena ada tema utamanya. Sehingga, lukisan mural di pagar kompleks benteng ini lebih enak dipandang,” ujar Pujo.

Ia bahkan mengusulkan agar ruang kosong pada pagar benteng yang masih tersisa kembali dimanfaatkan sebagai media mural.

Temanya pun, kata dia, bisa berganti mengikuti momentum nasional yang akan datang, seperti Hari Kesaktian Pancasila, Hari TNI, Sumpah Pemuda hingga Hari Pahlawan.

“Harapan kami, karena hanya beberapa karya lukisan mural dan pada pagar itu masih ada space yang kosong, hendaknya dapat dilukis mural juga. Bisa dengan tema lain yang tentunya tidak asal menorehkan karya lukis mural,” katanya.

Bagi Pujo, mural di ruang publik bisa menjadi pertemuan menarik antara seni, sejarah dan pesan edukasi. Benteng tetap memiliki nilai sejarah, sementara pagar yang sebelumnya kosong kini bisa menjadi ruang bagi seniman untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Seluruh pelukis yang mengikuti lomba mendapatkan apresiasi dari Polres Semarang dan pengurus Hanoman Art.

Dalam kegiatan tersebut hadir Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, Kasat Lantas AKP Raymond Daniel T beserta jajaran, Kapolsek Ambarawa AKP Wiwid Wijayanti, serta perwakilan Hanoman Art yang dipimpin RA Nugroho Adi dan RBA Koentjoro Budi Pranoto.(*)