Laporan: Muhamad Nuraeni
PURWODADI | HARIAN7.COM – Upaya menjaga kesehatan warga binaan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi melalui kolaborasi dengan Puskesmas Purwodadi 1. Lewat kegiatan sosialisasi HIV/AIDS, skrining kesehatan, hingga pemeriksaan Voluntary Counseling and Testing (VCT), ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mendapat layanan deteksi dini penyakit menular dan tidak menular.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Ajisaka Lapas Kelas IIB Purwodadi itu diawali pembukaan oleh Kasubsi Perawatan Narapidana dan Anak Didik, kemudian dilanjutkan sambutan dari Kepala Seksi Binadik sebelum memasuki sesi edukasi kesehatan yang disampaikan langsung oleh tim medis dari Puskesmas Purwodadi 1.
Dalam sosialisasi tersebut, warga binaan mendapatkan penjelasan mengenai HIV/AIDS, mulai dari cara penularan, langkah pencegahan, pentingnya deteksi dini, hingga pengobatan dan tujuan dilaksanakannya pemeriksaan VCT.
Program ini tidak hanya menitikberatkan pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga membangun pemahaman bahwa akses layanan kesehatan dan deteksi dini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.
Selain edukasi, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang mencakup registrasi peserta, pemeriksaan tekanan darah, pengecekan gula darah, pengukuran berat dan tinggi badan, pengukuran lingkar perut, hingga pengambilan sampel darah.
Pemeriksaan VCT dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 20–21 Mei 2026. Pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 150 warga binaan telah mengikuti rangkaian pemeriksaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya untuk menjangkau peserta lainnya.
Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen lembaganya dalam memastikan layanan kesehatan bagi warga binaan berjalan optimal.
“Melalui kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan VCT ini, kami berharap warga binaan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan serta melakukan deteksi dini terhadap penyakit menular maupun tidak menular. Kami juga terus memperkuat sinergi dengan instansi kesehatan agar pelayanan kesehatan bagi WBP dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan sesuai prosedur. Selain menjadi bagian dari pelayanan dasar bagi warga binaan, program ini juga disebut mendukung penguatan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di lingkungan Lapas Purwodadi.









Tinggalkan Balasan