Warga Baru Tahu Exit Tol Pattimura Salatiga Tak Layani Akses ke Solo
Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Sejumlah warga di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang baru mengetahui bahwa Exit Tol Pattimura yang akan mulai dibangun di perbatasan Kecamatan Sidorejo dan Kecamatan Pabelan hanya melayani akses Salatiga–Semarang dan Semarang–Salatiga.
Akses tol tersebut tidak melayani jalur dari Salatiga menuju Boyolali-Solo maupun sebaliknya dari Solo-Boyolali ke Salatiga. Untuk perjalanan ke arah selatan, pengguna jalan tetap harus melalui Exit Tol Tingkir.
“Saya kira Exit Tol Pattimura yang dibangun akses ke arah Semarang dan Solo. Ternyata hanya pintu dari Salatiga ke Semarang dan pintu dari Semarang menuju Salatiga,” kata Widia (45), warga Jalan Pattimura, Salatiga.
Menurut Widia, akses menuju Solo juga penting karena banyak warga yang memiliki aktivitas rutin ke wilayah tersebut.
“Saya biasa melaksanakan pertemuan bisnis di Solo dan sekitarnya. Alangkah lebih baik dibuka juga ke arah Solo,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Seno (57), warga Pabelan, Kabupaten Semarang. Ia menilai pembangunan Exit Tol Pattimura akan lebih optimal bila sekaligus membuka akses ke arah Boyolali-Solo.
“Tanggung bila anggaran puluhan miliaran membangun Exit Tol Pattimura itu, tidak sekalian untuk membuka akses layanan tol secara luas, yakni ke arah Solo (Boyolali) atau wilayah selatan. Apa salahnya dibuat menjadi akses ke Solo,” katanya.
Sebelumnya, proyek pembangunan On/Off Ramp Pattimura telah memasuki tahap penandatanganan kontrak jasa pemborong dan konsultansi pengawasan teknik. Proyek tersebut akan dilaksanakan oleh PT Adhy Karya.
Penandatanganan kontrak disaksikan Wali Kota Salatiga dr Robby Hernawan SpOG, pimpinan PT Trans Marga Jateng, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, DPRD Salatiga, dan Forkopimda.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengatakan pembangunan Exit Tol Pattimura merupakan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah.
“Manfaat pembangunan ini tidak hanya dirasakan masyarakat Kota Salatiga, tetapi juga wilayah sekitar seperti Kabupaten Semarang dan Grobogan, khususnya dalam peningkatan aksesibilitas serta efisiensi waktu dan biaya transportasi,” ujarnya.
Direktur Utama PT Trans Marga Jateng Rajudi menyebut pembangunan akses Tol Pattimura akan membuka potensi kawasan dan memperkuat fondasi ekonomi daerah.
“Akses ini diharapkan memberi ruang bagi masyarakat untuk bergerak lebih cepat dan bagi pelaku usaha untuk berkembang lebih luas, sehingga Salatiga dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru di kawasan,” katanya.
Sementara itu, Sekda Kota Salatiga Muthoin membenarkan bahwa Exit Tol Pattimura hanya dibuka untuk layanan Salatiga–Semarang pulang-pergi.













Tinggalkan Balasan