JAKARTA,HARIAN7.COM – Penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Jawa Tengah pada 2026 dipastikan tidak mengganggu program pembangunan daerah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pihak pemprov telah menyiapkan strategi khusus untuk menjaga roda pembangunan prioritas tetap berputar.

Menurut Ahmad Luthfi, kebijakan pemerintah provinsi harus selalu selaras dengan pemerintah pusat. Hal ini sesuai dengan amanat UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Setelah ada kebijakan TKD tersebut, Jawa Tengah langsung melakukan inisiatif. Kita dorong potensi daerah dan kearifan lokal tanpa mengubah program yang sudah ada,” ujar Luthfi usai Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Luthfi menjelaskan ada tiga strategi utama yang ia terapkan:

•Optimasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit.

•Maksimasi potensi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

•Dorong masuknya investasi padat karya secara maksimal.

Strategi ini terbukti ampuh melihat catatan ekonomi Jateng yang kuat.

Pada 2025, investasi Jateng menembus Rp110,02 triliun. Angka ini berasal dari penanaman modal asing (PMA) Rp50,86 triliun, penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp37,64 triliun, dan sektor UMK Rp21,52 triliun.Tren positif ini berlanjut pada triwulan I 2026 dengan capaian investasi Rp23,02 triliun.

Bahkan, pertumbuhan ekonomi Jateng sukses mencapai 5,89 persen, lebih tinggi dari angka nasional yang berada di angka 5,61 persen.

“Capaian ini membuat penurunan TKD tidak membawa pengaruh yang besar bagi masyarakat,” pungkas mantan Irjen Kemendag tersebut.(*)