Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Rumah dinas yang biasanya identik dengan agenda formal, Sabtu malam (23/05/2026) berubah wajah menjadi ruang temu penuh warna. Pemerintah Kota Salatiga kembali menggelar Patlikuran Episode ke-2, menghadirkan panggung budaya yang mempertemukan seniman, pelaku UMKM, pelajar, hingga warga dalam suasana yang lebih cair.

Alunan seni tradisi, penampilan komunitas, hingga aktivitas pelaku usaha lokal membuat kawasan rumah dinas terasa seperti halaman bersama yang hidup. Acara turut dihadiri Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp.OG., Ketua TP PKK, Sekretaris Daerah, jajaran OPD, Ketua Pakasa Salatiga, komunitas budaya, dan pelaku UMKM.

Salah satu momen yang ikut mencuri perhatian adalah penyerahan hadiah lomba desain batik khas Salatiga. Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas lokal melalui karya kreatif masyarakat.

Di hadapan peserta, Wali Kota menegaskan Patlikuran bukan sekadar agenda pertunjukan, melainkan ruang hidup bagi budaya agar terus bertemu dengan masyarakat dan bergerak bersama sektor ekonomi kreatif.

“Patlikuran ini menjadi upaya untuk menampilkan dan merawat budaya Kota Salatiga secara berkelanjutan dengan kolaborasi bersama UMKM. Semua komunitas budaya maupun seni kami beri ruang untuk tampil dan berkarya,” ujar Robby.

Menurutnya, konsep kegiatan sengaja dibuat lebih terbuka agar komunikasi pemerintah dengan warga tidak hanya terjadi di ruang rapat.

“Saya ingin jajaran Pemerintah Kota Salatiga bisa berkomunikasi langsung dengan masyarakat secara santai tanpa sekat birokrasi. Semua usulan dan aspirasi masyarakat dapat disampaikan langsung melalui forum ini,” katanya.

Patlikuran kini diarahkan bukan hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga etalase potensi daerah. Pemerintah Kota bahkan mulai menyiapkan agenda lanjutan seperti Car Free Day dan Night Market untuk memperkuat posisi Salatiga sebagai kota yang hidup dari pergerakan budaya, seni, dan UMKM.(*)