HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Pasca PSAJ, Warga SMAN 1 Candiroto Gotong Royong Ciptakan Lingkungan Bersih dan Sehat

Laporan: Ratmaningsih

TEMANGGUNG | HARIAN7.COM – Usai pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ), suasana di SMA Negeri 1 Candiroto tidak langsung kembali pada rutinitas belajar. Sebaliknya, seluruh warga sekolah memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan.

Pada Selasa (14/4/2026), sebanyak 850 siswa bersama guru dan staf bergotong royong membersihkan area sekolah yang berlokasi di Muntung, Candiroto, Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini menyasar seluruh sudut sekolah, mulai dari ruang kelas hingga saluran air dan gorong-gorong di sekitar lingkungan sekolah.

Baca Juga:  Garuda Pertiwi Kembali Taklukkan Arab Saudi: Dua Kemenangan Beruntun!

Aksi bersih-bersih ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mencegah munculnya sarang nyamuk yang berpotensi menimbulkan penyakit.

Kepala SMA Negeri 1 Candiroto, Aisyah Widiastuti, mengatakan bahwa kebersihan lingkungan memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar mengajar.

“Kebersihan lingkungan secara massal dilaksanakan untuk mencegah penyakit bersarang di lingkungan sekolah. Terlebih jika ada genangan air, pasti akan menjadi tempat berkembangnya nyamuk,” ujarnya.

Baca Juga:  Rumah Warga Kali Taman Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Ia menambahkan, lingkungan yang bersih dan terawat diyakini mampu meningkatkan kenyamanan serta konsentrasi siswa dalam belajar.

Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung terorganisir dan penuh semangat. Para siswa dibagi ke dalam beberapa zona kerja bersama wali kelas masing-masing. Mereka menjalankan tugas membersihkan area kelas maupun lingkungan sekitarnya secara kompak.

Baca Juga:  HPN 2025 di Banjarmasin: Memperkuat Peran Pers dalam Era Digital dan Global

Berkat kerja sama yang solid, dalam waktu beberapa jam saja, kondisi sekolah tampak jauh lebih bersih dan segar. Lingkungan yang tertata rapi diharapkan dapat menjadi penunjang terciptanya suasana belajar yang kondusif.

Menurut Aisyah, penanaman budaya kebersihan perlu dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh warga sekolah. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan sekolah yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga nyaman dan menyejukkan bagi semua.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!