Laporan: Muhamad Nuraeni
KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy mengajak para pelajar untuk menjauhi narkoba serta berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat merugikan diri sendiri maupun masa depan mereka.
Pesan tersebut disampaikan Ratna saat menjadi narasumber dalam seminar bertajuk “Hukum dan Kenakalan Remaja” yang digelar SMP Kristen Lentera Ambarawa di Gedung Gereja Kristen Indonesia (GKI) Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta itu, Ratna menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba memiliki dampak luas, mulai dari gangguan kesehatan, hilangnya masa depan, hingga ancaman sanksi hukum bagi pelakunya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pergaulan yang sehat, memahami batasan dalam berinteraksi dengan lawan jenis, serta menghargai diri sendiri dan orang lain.
“Anak-anak harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba, menghindari perilaku menyimpang, serta meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ratna.
Dalam seminar tersebut, Ratna didampingi Kasat Binmas Polres Semarang AKP Muhammad Hazaquan dan Kapolsek Ambarawa AKP Ririh Widiastuti.
Kepala SMP Kristen Lentera Ambarawa, Marsidi, mengapresiasi kesediaan Kapolres Semarang hadir memberikan edukasi kepada para siswa.
Menurut dia, kehadiran jajaran kepolisian menjadi bentuk dukungan nyata dalam membekali generasi muda agar memahami aturan hukum dan menjauhi perilaku yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dengan tema-tema yang relevan bagi perkembangan siswa,” ujar Marsidi.
Ketua panitia kegiatan, David Wicaksono, mengatakan seminar tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai tantangan yang dihadapi remaja di era modern, sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan dan sikap yang tepat dalam mengambil keputusan.
Menurut David, antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi yang berlangsung aktif. Sedikitnya 10 siswa mengajukan pertanyaan kepada Kapolres Semarang terkait berbagai persoalan yang sering dihadapi remaja.
Salah satu pertanyaan yang muncul adalah mengenai sikap yang harus dilakukan ketika mengetahui teman terlibat kenakalan remaja yang dapat memberikan pengaruh buruk kepada lingkungan sekitarnya.
Selain itu, sejumlah siswa juga menyampaikan bahwa seminar tersebut membuat mereka lebih berhati-hati dalam bertindak maupun bertutur kata.
David berharap materi yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga para siswa mampu menghindari perilaku berisiko dan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter serta berprestasi.
“Harapannya, siswa memiliki wawasan yang lebih luas mengenai tantangan kehidupan remaja dan mampu mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” kata David.
Melalui seminar tersebut, SMP Kristen Lentera Ambarawa berharap para siswa semakin memahami risiko kenakalan remaja serta mampu mengembangkan sikap disiplin, bertanggung jawab, dan menghormati norma yang berlaku di lingkungan masyarakat.









Tinggalkan Balasan