Laporan: Tambah Santoso

GROBOGAN | HARIAN7.COM – Misteri kematian seorang pria di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terus menjadi perhatian aparat kepolisian. Setelah sempat menjalani perawatan selama enam hari akibat luka serius yang dideritanya, korban akhirnya meninggal dunia. Namun, sejumlah kejanggalan yang ditemukan membuat polisi mengambil langkah tak biasa dengan membongkar makam korban untuk kepentingan penyelidikan.

Korban diketahui berinisial P (53), warga Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan. Ia pertama kali ditemukan tergeletak di tepi Jalan Raya Tanggungharjo–Brabo, tepatnya di Dusun Dukoh, Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo, pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Saat ditemukan oleh seorang warga yang baru pulang mengaji, korban masih hidup namun dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sejumlah luka parah tampak di bagian wajah dan kepala korban.

Temuan tersebut segera dilaporkan kepada perangkat desa dan pihak kepolisian. Petugas Polsek Tanggungharjo yang datang ke lokasi langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Tanggungharjo sebelum dirujuk ke RSUD Sultan Fatah Demak untuk mendapatkan perawatan intensif.

Meski sempat berjuang melawan kondisi kritisnya selama enam hari, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Senin (8/6/2026).

Kematian korban yang dinilai menyisakan tanda tanya membuat polisi terus mendalami kasus tersebut. Untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah, Tim Dokpol Biddokkes Polda Jawa Tengah bersama Satreskrim Polres Grobogan, Inafis Polres Grobogan, serta personel Polsek Tanggungharjo dan Polsek Tegowanu melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam korban di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Medani, Jumat (12/6/2026).

Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Rizki Ari Budianto, mengatakan langkah tersebut dilakukan guna mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian korban.

“Ekshumasi dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban, sehingga peristiwa yang terjadi menjadi terang benderang untuk menentukan langkah penanganan hukum lebih lanjut,” ujar AKP Rizki Ari Budianto.

Saat ini, penyidik masih mengumpulkan berbagai alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan.

Polisi juga membuka peluang adanya informasi dari masyarakat yang dapat membantu proses penyelidikan.

“Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera menyampaikan kepada kami untuk membantu proses pengungkapan perkara ini,” pungkas AKP Rizki.