DPW FPI Cilacap Gelar Doa Bersama dan Halal Bihalal, Tekankan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar
Pewarta : Rusmono|Kaperwil Jateng
CILACAP | HARIAN7.COM – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Persaudaraan Islam (FPI) Kabupaten Cilacap menggelar doa bersama untuk para masyaikh dan tuan guru yang telah wafat, sekaligus halal bihalal dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (10/04/2026) di Musholla Al-Barokah, Desa Gandrungmanis, Kecamatan Gandrungmangu.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh ulama dan masyarakat, di antaranya Kyai Kholidin As-Syadzili (Ketua Tanfidziyah DPW FPI Cilacap), H. Syamsudin, Kyai Tasim, H. Taryo, H. Uce, Gan Bagdo, Kyai Syaiin, Kyai Suwatno, Ustadz Ridho Ansori, serta perwakilan DPC, Sayap, laskar, dan simpatisan FPI.
Doa bersama dipanjatkan untuk para ulama dan masyaikh yang telah berjasa dalam perjuangan dakwah Islam, khususnya di lingkungan FPI. Di antara yang didoakan adalah almarhum KH. Toifur Mawardi, KH. Gozaki ad-Daldiri, KH. Ma’muri Ma’aruf, KH. Mu’alim, KH. Gozali, serta Kyai Sayidan.
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu, kegiatan ini juga menjadi momentum halal bihalal untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat soliditas antar anggota dan simpatisan FPI.
Dalam tausiyahnya, Kyai Kholidin As-Syadzili menekankan pentingnya sinergi antar organisasi Islam dalam menjalankan misi dakwah. Ia menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah telah banyak berperan dalam amar ma’ruf (mengajak kepada kebaikan), sementara aspek nahi munkar (mencegah kemungkaran) masih menjadi ruang kosong yang perlu diisi secara optimal oleh FPI.
“Jangan saling menyalahkan. Justru kita harus saling melengkapi. Ada yang bergerak di amar ma’ruf, ada yang di nahi munkar,” ujarnya.
Ia kemudian mengilustrasikan peran tersebut dengan analogi pertanian. Menurutnya, NU dan Muhammadiyah ibarat pihak yang memupuk tanaman, sementara FPI berperan menyemprot dan memberantas hama.
“Tidak akan ada panen yang baik jika hama seperti tikus dan wereng tidak dibasmi. Di situlah peran FPI, meskipun sering mendapat cap radikal,” tambahnya.
Rangkaian acara berlangsung dengan khidmat, dimulai dari doa bersama, tausiyah, hingga ramah tamah. Kegiatan ditutup dengan suasana halal bihalal yang hangat, mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan dalam membangun umat. (*)













Tinggalkan Balasan