HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

“Dicium di Bibir,Diancam Dibacok”: Berikut Kisah Korban Pelecehan Pelatih Voli di Depok

DEPOK | HARIAN7.COM – Dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh seorang pelatih voli berinisial A kembali menjadi sorotan publik. Kasus ini mencuat kembali setelah muncul dua korban lain yang akhirnya berani berbicara, menyusul laporan yang disampaikan orang tua seorang anak berinisial Bil (12 tahun) ke aparat penegak hukum.

Kedua korban tersebut adalah Zul (19 tahun) dan Ar (18 tahun). Selama bertahun-tahun mereka memendam rasa takut dan trauma, namun keberanian keluarga Bil untuk membawa kasus ini ke jalur hukum akhirnya membuka hati mereka untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Selalu Dicium Saat Latihan, Pernah Diajak ke Rumah Pelaku

Zul dan Ar mengaku sudah mengalami perlakuan tidak senonoh ini sejak mereka masih aktif berlatih di klub voli tersebut. Pelaku yang akrab disapa Acong kerap melakukan tindakan tak pantas setiap kali sesi latihan berlangsung.

Baca Juga:  Ketua Fraksi Gerindra Jawab Keraguan Publik Terkait Pembangunan Masjid Agung 

“Setiap habis latihan atau di tengah sesi, dia selalu mendekat dan mencium kami. Mulai dari pipi sampai bibir. Kami sudah coba menolak dan berontak, tapi tenaganya jauh lebih besar dari kami. Kami tidak berdaya,” cerita Zul dengan suara bergetar,Jumat (24/04/2026)

Lebih parah lagi, keduanya pernah diajak pulang ke rumah pelaku dengan alasan untuk membahas teknik permainan. Namun di sana, mereka justru diperlakukan tidak senonoh secara bergiliran.

“Di rumahnya tidak ada orang lain. Dia kunci pintu, lalu melakukan hal yang sama. Kami hanya bisa menangis dalam hati, takut ada apa-apa kalau berteriak,” tambah Ar.

Dikendalikan Pergaulan, Diancam Jika Menolak

Selain perlakuan fisik, pelaku juga berusaha mengatur seluruh kehidupan pribadi korban. Mereka dilarang berdekatan atau bergaul dengan laki-laki lain, baik sesama pemain maupun orang luar klub.

“Kalau ketahuan ngobrol atau bercanda dengan cowok lain, langsung dimarahi habis-habisan. Dibilang tidak tahu diuntung, tidak menghargai dia yang sudah melatih kami,” ungkap Zul.

Baca Juga:  DPRD Depok Alokasikan Rp 3,7 Miliar untuk Pamdal, Setwan Jelaskan Komponennya

Ancaman bahkan sempat dilontarkan agar mereka diam dan menuruti semua keinginan pelaku. “Pernah dia bilang, kalau berani cerita ke orang tua atau keluar dari klub, kami mau dibacok. Itu yang bikin kami takut sekali, sampai berani bicara pun tidak,” kenang Ar.

Kasus Sudah Diketahui Sejak 2024, Tapi Tak Ada Tindakan

Yang membuat keduanya kecewa, pihak manajemen klub dan Pengcab PBVSI Depok sebenarnya sudah mengetahui kasus ini sejak dua tahun lalu. Zul dan Ar sempat memberanikan diri melapor ke pengurus, hingga diadakan sidang internal pada 2024.

“Waktu sidang itu ada perwakilan PBVSI juga yang hadir. Mereka bilang ini tindakan salah dan berjanji akan memberhentikan Acong sebagai pelatih. Tapi nyatanya sampai sekarang dia masih aktif melatih anak-anak lain. Rasanya keadilan kami tidak ada,” keluh Zul.

Baca Juga:  Gedung Baru, Bangku Tak Cukup: SMPN 3 Depok Bertahan di Tengah Krisis Sarana Belajar

Berani Bicara Demi Anak Lain Agar Tak Jadi Korban

Selama ini keduanya memilih diam karena takut ancaman pelaku dan takut tidak dipercaya orang lain. Namun, ketika mendengar ada korban lain yang masih di bawah umur mengalami hal serupa, hati mereka tergerak.

“Kami sudah terlanjur mengalami ini, tapi kami tidak mau ada adik-adik lain yang jadi korban. Maka dari itu kami akhirnya berani buka suara, ikut melapor ke polisi,” tegas Ar.

Keduanya menyatakan siap memberikan keterangan lengkap dan menjadi saksi demi proses hukum yang adil. “Kami siap kapan saja dipanggil. Semoga kasus ini menjadi pelajaran, dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal,” pungkas Zul.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih mendalami kasus ini. Pihak klub dan Pengcab PBVSI Depok belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan adanya pembiaran kasus pelecehan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!