HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Dapur Gadget Global Bergeser: China Mulai Ditinggal, India Tancap Gas Rebut Tahta

GADGET | HARIAN7.COM – Peta industri gadget dunia pelan tapi pasti berubah arah. China yang selama ini dikenal sebagai “pabriknya dunia” mulai kehilangan sebagian pesonanya di mata raksasa teknologi.

Pemicu utamanya tak lain adalah tensi geopolitik dengan Amerika Serikat yang kian memanas. Ancaman tarif tinggi membuat banyak perusahaan berpikir ulang: apakah masih aman bergantung penuh pada China?

Di tengah celah itu, India bergerak cepat. Di bawah arahan Narendra Modi, negara ini aktif menawarkan berbagai insentif untuk menarik investasi manufaktur elektronik.

Baca Juga:  Pasca Diterjang Puting Beliung, Warga Selo Duwur Gotong Royong Perbaiki Rumah

Hasilnya mulai terasa. Produksi smartphone India kini menembus US$60 miliar pada tahun fiskal 2024-2025—melonjak drastis dibanding satu dekade lalu. Dari sisi ekspor, angkanya juga melesat hingga US$21,7 miliar, menjadikan ponsel sebagai komoditas ekspor utama negara tersebut.

Perubahan ini makin nyata saat Apple ikut menggeser sebagian besar produksinya. Sepanjang 2025, sekitar 55 juta iPhone diproduksi di India, naik signifikan dari tahun sebelumnya. Angka itu setara hampir seperempat produksi iPhone global.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Bongkar Fakta Sidang: Sosok “Ayah” di Balik Kasus Sabu Krisna Tak Tersentuh Hukum

Langkah serupa juga dilakukan oleh Samsung, yang sebelumnya telah lebih dulu memperkuat basis produksinya di India.

Tak bisa dipungkiri, kebijakan perdagangan era Donald Trump turut mempercepat tren ini. Tarif tinggi terhadap produk China membuat diversifikasi produksi menjadi pilihan strategis.

India pun tak ingin momentum ini lewat begitu saja. Setelah program insentif senilai hampir US$21 miliar berakhir, pemerintah tengah menyiapkan skema baru yang lebih agresif, terutama untuk mendorong ekspor dan meningkatkan daya saing global.

Baca Juga:  Petani Ngawi Kembangkan Bubur Calipornia sebagai Fungisida Alami untuk Padi

Kini, dunia menyaksikan babak baru industri teknologi: pergeseran dari satu pusat produksi ke pusat lainnya. China masih kuat, tetapi India mulai menunjukkan taringnya sebagai kandidat “raja baru” di industri smartphone global.(Sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!