HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Cap Go Meh di Salatiga: Merawat Harmoni di Kota Penuh Toleransi

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Suasana hangat terasa di Ruang Kaloka, lantai 4 Gedung Setda Kota Salatiga, Sabtu siang, 7 Maret 2026. Lampu-lampu merah dan nuansa budaya Tionghoa menghiasi ruangan, sementara para tamu undangan duduk berdampingan dari pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, hingga perwakilan berbagai komunitas.

Di tempat itulah Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Salatiga menggelar Perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili. Namun acara ini bukan sekadar perayaan budaya. Ia menjelma menjadi panggung kebersamaan yang memperlihatkan wajah toleransi Kota Salatiga.

Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, yang hadir bersama jajaran Forkopimda dan sejumlah pejabat daerah, menyebut Cap Go Meh sebagai momen penting untuk merawat persaudaraan di tengah keberagaman.

“Momentum ini mengajarkan nilai optimisme, persaudaraan, dan keharmonisan sosial. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam memperkuat kehidupan masyarakat yang rukun, saling menghormati, serta menjaga keberagaman yang menjadi kekuatan Kota Salatiga,” ujarnya dalam sambutan.

Baca Juga:  Hiburan Malam di Kota Malang Kian Menjamur, Moral Anak Muda Jadi Taruhan

Di kota yang kerap dijuluki sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia itu, perayaan Cap Go Meh terasa lebih dari sekadar tradisi. Ia menjadi simbol bahwa keberagaman bisa hidup berdampingan secara damai.

Ketua PSMTI Kota Salatiga, Raharjo Pratikno, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema “Merawat Harmoni, Meneguhkan Kebangsaan.”

Menurutnya, tema tersebut bukan sekadar slogan seremonial. Lebih dari itu, ia merupakan pengingat agar masyarakat terus menjaga persatuan.

“Tahun ini merupakan Tahun Kuda Api yang melambangkan energi yang meluap serta semangat yang tidak pernah padam. Mari kita jadikan energi tersebut sebagai kekuatan untuk terus bergerak maju bersama, menjaga keharmonisan, serta mempertahankan Salatiga sebagai Kota Tertoleran di Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga:  Satpol PP Kudus Sita 92 Botol Miras dari Rumah Warga di Gebog

Sementara itu, Ketua Panitia Cap Go Meh 2577 Kongzili, Okky Dwiyanto, mengatakan perayaan ini menjadi puncak rangkaian kegiatan Tahun Baru Imlek 2026.

Yang membuatnya semakin istimewa, Cap Go Meh tahun ini berlangsung berdekatan dengan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dan juga perayaan Paskah.

“Momentum ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Tionghoa, tetapi juga menjadi wujud nyata toleransi, kebersamaan, serta kerukunan antarumat beragama di Kota Salatiga,” jelas Okky.

Kehangatan kebersamaan itu terasa semakin nyata ketika panitia menyerahkan bantuan bakti sosial kepada anak-anak panti asuhan. Paket sembako, alat tulis, hingga angpao dibagikan sebagai bentuk kepedulian sosial.

Acara kemudian berlanjut dengan buka puasa bersama, sebuah pemandangan yang jarang terlihat di banyak tempat: perayaan Cap Go Meh yang berpadu dengan suasana Ramadan.

Perayaan juga semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni. Barongsai atau Samsi tampil energik, disusul Tarian Liong Fosfor oleh Long Shen yang memukau penonton. Panggung kemudian diisi penampilan solo vokal oleh Ester Velova dan Fransisca Sherlyta Kusuma, vocal group dari Perwanti Salatiga dan LKSA, hingga berbagai tarian budaya.

Baca Juga:  Diduga Korupsi, Pejabat PTPN IV Medan Dilaporkan ke KPK dan Kejagung RI

Mahasiswa UIN Salatiga menampilkan Tari Kurik Kundi, sementara kelompok Perkasa membawakan Tari Bahalay. Penampilan semakin meriah ketika siswa SMP Kristen Satya Wacana mempersembahkan tarian Mang Zhong (Grain in Ear) dan drama “Zhu Ba Kai dan Lima Bidadari” dalam pertunjukan bertajuk Harmoni Festival Musim Semi (Chunjie Hexie).

Di tengah tepuk tangan dan tawa penonton, pesan yang ingin disampaikan terasa jelas: perbedaan bukanlah alasan untuk berjarak, melainkan kesempatan untuk saling mengenal.

Dan di Salatiga, harmoni itu tampaknya terus dirawat, melalui budaya, kebersamaan, dan rasa saling menghormati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!