Ibas Serap Aspirasi Petani di Ngawi, Dorong Gapoktan Naik Kelas dan Perkuat Ketahanan Pangan
Laporan: Budi Santoso
NGAWI | HARIAN7. COM – Anggota DPR RI daerah pemilihan Jawa Timur VII, , memusatkan perhatian pada penguatan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Salah satu agenda utama adalah sosialisasi ketahanan pangan bersama para ketua Gapoktan se-Kabupaten Ngawi.
Pertemuan berlangsung di Nata Azana Hotel Ngawi. Hadir dalam kesempatan itu anggota DPRD Ngawi Fraksi Demokrat Haris Agus Susilo serta perwakilan ketua Gapoktan dan P3A se-Ngawi.
Dalam sambutannya, Edy—akrab disapa Ibas—mengajak para ketua Gapoktan terus berbenah dan meningkatkan kesejahteraan petani. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku sektor pertanian agar kebutuhan produksi, distribusi, hingga stabilitas harga dapat terkelola lebih baik.
“Momentum Ramadan ini kita kuatkan komitmen untuk negeri. Petani kuat, pangan berdaulat, rakyat sejahtera,” ujar Ibas.
Rangkaian kunjungan tak berhenti di forum pertemuan. Ibas juga meninjau sarana pendukung pertanian dan irigasi di Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar. Kedatangannya disambut ratusan warga, terutama ibu-ibu yang telah menunggu sejak sore untuk berswafoto.
Dari Kedunggalar, rombongan melanjutkan agenda ke Pondok Pesantren Sarifatul Ulum di Dusun Katerban, Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren. Di pesantren yang dipimpin Gus Muhamad Noval Alhaidat itu, Ibas berbuka puasa dan menunaikan salat Magrib bersama para santri. Ia juga membagikan ratusan paket sembako, sarung, dan mukena kepada warga sekitar.
Haris Agus Susilo menilai langkah yang dilakukan Ibas tepat sasaran. Ia mendorong agar kebutuhan petani yang belum terpenuhi segera diinventarisasi dan diajukan untuk ditindaklanjuti di tingkat pusat.
Aspirasi serupa disampaikan perwakilan Gapoktan dari wilayah Ngawi Timur. Mereka mengusulkan bantuan alat pengering (dryer) untuk menjaga kualitas hasil panen, sekaligus meminta ketersediaan pupuk tidak terlambat dan harga komoditas tetap stabil.
Antusiasme warga tampak menonjol sepanjang kunjungan. “Senang bisa bertemu langsung dengan putra Presiden keenam, ,” ujar Suharni, warga Kawu.
Bagi sebagian petani, kunjungan itu bukan sekadar seremoni. Mereka berharap janji penguatan kelembagaan dan dukungan sarana produksi benar-benar berujung pada perbaikan nasib di musim tanam berikutnya.












Tinggalkan Balasan