SALATIGA, HARIAN7.COM – Penanganan anak berkebutuhan khusus (ABK) di lingkungan sekolah membutuhkan pemahaman dan pendekatan yang tepat. Untuk meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dalam mendampingi siswa dengan kebutuhan khusus, SDIT Nidaul Hikmah Salatiga menggelar pelatihan khusus mengenai penanganan anak autis, ADHD, dan Intellectual Disability (ID).
Pelatihan bertajuk Penanganan ABK Golongan Autis, ADHD, dan ID tersebut berlangsung di Aula Gedung B SDIT Nidaul Hikmah, Kompleks Masjid At-Taqwa, Jalan Marditomo Nomor 48, Salatiga, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 hingga 10.30 WIB itu menghadirkan Eva Palupi, M.Si., Psikolog, akademisi sekaligus praktisi psikologi dari Fakultas Dakwah UIN Salatiga, sebagai narasumber.
Kepala SDIT Nidaul Hikmah Salatiga, Doni Prasetyo Nugroho, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk membangun lingkungan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi seluruh peserta didik.
Menurut dia, guru tidak hanya dituntut menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga perlu memiliki pemahaman yang memadai dalam mengenali karakteristik serta kebutuhan setiap anak.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para pendidik memiliki bekal pengetahuan yang lebih matang dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus, terutama anak dengan autisme, ADHD, dan Intellectual Disability,” kata Doni kepada Harian7.com, Selasa (3/11/2026).
Dia berharap kegiatan tersebut juga dapat memperkuat kerja sama antara lembaga pendidikan dasar dan perguruan tinggi, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendampingan psikologis maupun edukatif bagi anak berkebutuhan khusus.
“Harapannya, pelatihan ini dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dasar dan perguruan tinggi, serta meningkatkan kualitas penanganan psikologis maupun edukatif bagi anak-anak kita di sekolah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, SDIT Nidaul Hikmah Salatiga berupaya mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.
Pendidikan inklusif diharapkan tidak sekadar memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk bersekolah, tetapi juga memastikan mereka memperoleh pendampingan sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing.









Tinggalkan Balasan