KAB.SEMARANG, HARIAN7.COM – Sebanyak 18 santri Pesantren Nurul Islam Tengaran, Kabupaten Semarang, dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Pemberangkatan tahun ini menjadi momentum istimewa karena merupakan angkatan pertama sejak pesantren tersebut ditunjuk sebagai perwakilan resmi Komite Pendidikan Luar Negeri (KPLN) untuk wilayah Jawa Tengah.
Pelepasan calon mahasiswa baru (camaba) itu berlangsung di lingkungan Pesantren Nurul Islam Tengaran, Senin (2/11/2026) malam, selepas salat Isya. Suasana haru menyertai acara yang dihadiri para santri, orang tua dan keluarga calon mahasiswa, serta jajaran asatidz atau guru pesantren.
Untuk menjaga kekhusyukan acara, prosesi pelepasan dilaksanakan secara terpisah di dua lokasi. Majelis putra berlangsung di Masjid Assalam, sedangkan majelis putri digelar di Masjid Arrahmah.
Pada majelis putra, kegiatan dihadiri Ketua Majelis Pimpinan Pesantren Ustaz Dr. H. Muh. Haris, S.S., M.Si., Sekretaris MPP Ustaz M. As’ad Mahmud, Lc., Direktur Pendidikan Ustaz Muh. Sa’dullah Mahmud, S.Pd., M.Psi., serta Kepala Bidang Pesantren Ustaz H. Abdul Fattah Ismail Farros, Lc., M.IRKH. Acara dipandu Ustaz Ahmad Fauzi, Lc.
Dalam arahannya, Ustaz Haris mengingatkan para santri agar meluruskan niat sebelum memulai perjalanan menuntut ilmu ke Mesir. Menurutnya, tujuan utama menuntut ilmu harus berorientasi pada upaya meraih rida Allah SWT.
Sementara itu, majelis putri dihadiri jajaran pimpinan pesantren, di antaranya Ustazah Hj. Ida Nurul Farida, M.Pd., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pesantren (LP3) Ustazah Umi Irtifaiyah Mahmud, M.Pd., Kepala MA Nurul Islam Tengaran Ustaz Nurhadi Susilo, M.Pd., serta pengasuh pesantren Ustaz Lutfi Chakim, Lc., M.Pd. Kegiatan dipandu Ustaz M. Wildan Fanani, Lc.
Dalam pesannya kepada para calon mahasiswa putri, Nurhadi menekankan pentingnya menjaga identitas sebagai muslimah, mengutamakan adab dalam menuntut ilmu, serta menjaga nama baik pesantren selama berada di luar negeri.
Ia juga mengingatkan para santri agar tidak meninggalkan kewajiban salat, menjaga kebiasaan membaca Al-Qur’an, serta menjunjung tinggi kejujuran dan kehormatan diri.
“Siapkan mental untuk menyambut tantangan saat menimba ilmu. Jadilah pribadi yang salihah, berdaya, dan dapat menjadi inspirasi untuk adik-adik kelas kalian. Dan pulanglah dengan membawa ilmu serta manfaat dari Kairo,” pesannya.
Nurhadi juga berpesan agar para santri tetap menjaga komunikasi dengan orang tua dan guru selama berada di Mesir. Menurutnya, komunikasi sederhana melalui telepon atau panggilan video dapat memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Ia mengingatkan bahwa hubungan antara guru dan murid tidak berhenti meskipun pendidikan di pesantren telah selesai. Para santri diharapkan tetap menjalin silaturahmi dan meminta nasihat kepada guru-guru mereka.
Angkatan Pertama Sejak Ditunjuk KPLN
Dari total 18 calon mahasiswa yang diberangkatkan, sembilan orang merupakan alumni MA Nurul Islam Tengaran. Sementara sembilan lainnya merupakan santri titipan dari sejumlah lembaga pendidikan, di antaranya Pesantren Darussalam Gontor, PPTQ Ibnu Abbas, SIT Nur Hidayah, dan SMAIT Bina Amal.
Sembilan alumni MA Nurul Islam Tengaran tersebut yakni Abdul Halim, Aprianto, Muhammad Alfian Effendi, Muhammad Husain Fathullah, Zufar Rafid Adh Dhuha, Afaf Hamama, Iftinan Taqiyya Rusyda, Taqiyyaa Mujahida, dan Zahrina Aisyah Fahrudin.
Ada hal berbeda dalam pemberangkatan tahun ini. Untuk pertama kalinya sejak ditunjuk sebagai perwakilan resmi KPLN wilayah Jawa Tengah, Pesantren Nurul Islam Tengaran turut mengirimkan pendamping dari kalangan asatidz hingga ke Kairo.
Dua pendamping tersebut adalah Ustaz M. As’ad Mahmud, Lc., dan Ustaz Lutfi Chakim, Lc., M.Pd. Keduanya bertugas sebagai duta KPLN dan Pesantren Nurul Islam, tidak hanya mendampingi santri Nurul Islam, tetapi juga sekitar 100 calon mahasiswa lain dari berbagai pesantren di Indonesia.
Keberangkatan 18 santri tersebut menjadi awal perjalanan mereka dalam menuntut ilmu di Mesir. Keluarga besar Pesantren Nurul Islam Tengaran berharap para calon mahasiswa dapat menjalani pendidikan dengan lancar, menjaga nama baik lembaga, serta kembali membawa ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat.









Tinggalkan Balasan