Laporan: Budi Santoso
SRAGEN | HARIAN7.COM – Persiapan menghadapi sejumlah ajang olahraga tahun 2026 menjadi perhatian Ketua DPRD Sragen Suparno SH. Melalui program “Tilik Cabor”, Suparno mengunjungi Camp Dispora Sragen (CDS), Selasa (25/8/2026).
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Suparno bersama stafnya turut melihat langsung latihan atlet wushu dan IBCA MMA yang tengah mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi, mulai dari POPDA, Porprov, hingga kejuaraan tingkat nasional.
Para atlet yang berlatih di CDS berasal dari berbagai kelompok usia, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA. Mereka dipersiapkan untuk tampil dalam sejumlah kejuaraan yang akan berlangsung sepanjang 2026.
“Kalau tidak ada kejuaraan, mereka tidak bisa mengukur kemampuannya sejauh mana,” kata Suparno.
Dari latihan menuju mental juara
Suparno mengatakan, program Tilik Cabor dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan atlet sekaligus memberikan dukungan moral menjelang pertandingan.
Ia mengaku terharu melihat anak-anak muda yang rela menjalani latihan demi mengharumkan nama Kabupaten Sragen.
“Saya terharu melihat anak-anak muda yang berprestasi seperti kalian ini, yang berusaha payah berlatih demi nama harum Kabupaten Sragen,” ujar Suparno.
Menurut dia, kunjungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi atlet agar tidak hanya siap bertanding, tetapi juga memiliki mental untuk menjadi juara.
“Harapan kita kunjungan ini dapat memotivasi dan memberi semangat para atlet sehingga Wushu Kabupaten Sragen dapat meraih target di Porprov 2026,” katanya.
Porprov 2026 sendiri dijadwalkan bergulir pada Oktober mendatang.
Wushu punya catatan prestasi
Ketua Umum Wushu Sragen Anang Sudarsono mengatakan, wushu merupakan salah satu cabang olahraga yang selama ini turut menyumbangkan medali bagi Kabupaten Sragen.
Pada Porprov 2023, kontingen wushu Sragen meraih dua medali perak dan satu perunggu dari lima atlet yang dikirim.
Untuk Porprov 2026, sebanyak lima atlet Sragen kembali berhasil lolos dan akan bertanding pada ajang tersebut.
“KONI Sragen, wushu masuk sebagai cabor yang selalu menyumbang medali. Tahun ini juga meloloskan lima atlet di ajang Porprov 2026,” ujar Anang.
IBCA MMA siapkan try out
Sementara itu, Ketua Umum IBCA MMA Sragen Budi Setyo mengatakan pihaknya tidak ingin para atlet hanya mengandalkan latihan rutin.
Menurut dia, pengalaman bertanding diperlukan untuk membangun kepercayaan diri sekaligus mengukur kemampuan atlet sebelum turun dalam kejuaraan resmi.
Karena itu, IBCA MMA Sragen berencana menggelar satu hingga dua event yang dikemas seperti try out.
“Ada satu sampai dua event rencananya akan kita buat untuk menambah kepercayaan diri para atlet di setiap kompetisi,” kata Budi.
Ia berharap keberadaan Camp Dispora Sragen dapat menjadi salah satu tempat pembinaan yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dan menyumbangkan medali bagi Kabupaten Sragen.
“Harapannya pada event POPDA, Kejurprov dan Porprov dapat meraih hasil yang maksimal sesuai target yang saya janjikan,” ujarnya.
Camp Dispora jadi ruang menempa atlet
Cabor IBCA MMA dan wushu yang berada di bawah naungan Pengkab dan KONI Sragen akan terus berkomunikasi dan berkolaborasi dalam pembinaan atlet.
Camp Dispora Sragen diharapkan tidak hanya menjadi tempat latihan, tetapi juga ruang untuk menempa kemampuan sekaligus mental bertanding para atlet.
Sebab, bagi atlet muda, latihan keras di atas matras pada akhirnya harus diuji di arena pertandingan.
Dan dari sanalah kemampuan, mental, serta target prestasi benar-benar bisa diukur.









Tinggalkan Balasan