Laporan : Fera Marita
KABUPATEN SEMARANG, HARIAN7.COM –Program TMMD reguler ke 129 Kodim 0714/Salatiga resmi berakhir pada hari Kamis ( 13/8/26 ). Upacara penutupan digelar di Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) Desa Cukil Kec. Tengaran Kab. Semarang. Sejumlah pejabat tinggi seperti Pangdam IV/Diponegoro, Dansatgas TMMD Reguler ke 129 Kodim 0714/Salatiga, Bupati Kab. Semarang beserta jajarannya tampak menghadiri upaca penutupan tersebut.
Sebagai penghargaan atas tersenggaranya program TMMD tersebut di Desa Cukil, Kades Cukil, Slamet Budiono,mengalungkan syal yang terbuat dari kain tenun. Tak sebatas selembar kain, syal tersebut menjadi simbol rasa hormat dan penerimaan kepada pejabat yang berkunjung ke Desa Cukil.
Motif yang terdapat pada syal tersebut menyimbolkan doa keselamatan, perlindungan, serta keseimbangan hidup bagi warga Desa Cukil setelah berakhirnya program TMMD di wilayah tersebut. Dipilihnya syal berbahan kain tenun tersebut bukan tanpa alasan. Selama ini kain yang proses pembuatannya ditenun satu persatu dengan penuh kesabaran tersebut dinilai sangan relevan sebagai cerminan program TMMD di Desa Cukil.
Pembangunan fisik yang dilakukan secara gotong royong tanpa lelah setiap harinya senada dengan selembar dengan kain tenun yang mencerminkan nilai ketekunan dan kerja keras.
Syal kain tenun juga memiliki makna sebagai simbol penghormatan, penghargaan, identitas budaya, serta wujud doa dan perlindungan. Dalam tradisi Indonesia, pengalungan syal atau selendang tenun sering diberikan kepada tamu kehormatan sebagai tanda penyambutan yang istimewa. (*)









Tinggalkan Balasan