Laporan : Fera Marita
KABUPATEN SEMARANG, HARIAN7.COM- Sepasang penari cucuk lampah sambut kehadiran Panglima Kodam ( Pangdam ) IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiuddin Darojat, pada Kamis ( 13/8/26 ) di Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) Desa Cukil Kec. Tengaran Kab. Semarang. Kehadiran Pangdam IV/Diponegoro dalam rangka menghadiri upacara penutupan TMMD reguler ke 129 Kodim 0714/Salatiga.
Bersama Dandim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, Bupati Kab Semarang, Ngesti Nugraha, beserta jajarannya, kehadiran Pangdam IV/Diponegoro sekaligus meresmikan jalan rabat beton yang telah rampung digarap Satgas TMMD Desa Cukil. Sepasang penari cucuk lampah mengiringi rombongan Pangdam IV/Diponegoro hingga panggung kehormatan.
Tari cucuk lampah sendiri dalam kepercayaan masyarakat Jawa, tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tapi juga memiliki peran spiritual yang sangat penting. Tarian ini diyakini sebagai salah satu bentuk penolak bala, yang bertujuan untuk mengusir segala bentuk energi negatif yang mungkin bisa mengganggu kelancaran rangkaian acara.
Penari utama yang memimpin rombongan Pangdam IV/Diponegoro dalam prosesi cucuk lampah dianggap membawa kekuatan spiritual untuk menyingkirkan hal-hal buruk yang tidak terlihat. Gerakan tarian yang gemulai ini dipercaya mengandung simbol-simbol tertentu yang bisa menghalau energi negatif, sehingga menciptakan suasana yang aman dan penuh berkah. Setiap langkah dan gerakan penari mencerminkan keseimbangan antara dunia material dan spiritual, sehingga memastikan bahwa rangkaian acara berjalan tanpa hambatan.
Dengan gerakan yang disebut lumaksana, yang merupakan tarian yang penuh kelembutan, keanggunan, dan kesopanan, sepasang penari berbusana tradisional tersebut sukses mengantarkan rombongan hingga ke panggung kehormatan.(*)









Tinggalkan Balasan