JAKARTA,HARIAN7.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meninggalkan cara lama dalam menyosialisasikan gerakan antikorupsi dengan merambah dunia seni pertunjukan. KPK resmi menggandeng Da Lopez Entertainment untuk menggelar drama musikal bertajuk “SIDIK” pada 4–6 Desember 2026 mendatang.Langkah berani ini diambil untuk keluar dari pola sosialisasi konvensional demi menyentuh kesadaran kritis generasi muda dan penikmat teater. Gelaran ini juga menjadi bagian resmi dari rangkaian menuju Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2026.

“Proyek ini agenda besar yang telah disiapkan dan digodok sejak 2024, dengan belajar dari berbagai produk kreativitas sejenis yang menginspirasi lembaga,” ujar Direktur Sosialisasi dan Kampanye (Soskam) Antikorupsi KPK, Amir Arief, dalam media briefing di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Amir menjelaskan bahwa pendekatan budaya populer ini sangat strategis untuk menyebarkan nilai-nilai integritas kepada segmen masyarakat yang lebih spesifik.

KPK berharap pesan dari panggung teater ini mampu memantik respons positif dan menyebar luas ke seluruh penjuru Tanah Air.

Kolaborasi Sah dan AkuntabelGuna memastikan proyek kampanye kreatif ini berjalan akuntabel, KPK menerapkan mekanisme pengadaan penunjukan langsung yang sah.

Proses ini sesuai dengan Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 5 Tahun 2021.Kolaborasi ini didasarkan pada rekam jejak kuat perwakilan Da Lopez Entertainment, Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez. Kakak beradik tersebut sebelumnya sukses mengemas isu politik kebangsaan menjadi produk musikal populer seperti “DPR Musikal” dan “Polarisasi.”

Bagi KPK, keterlibatan aktif pekerja seni merupakan bukti nyata bahwa pemberantasan korupsi harus menjadi aksi bersama, bukan urusan kelembagaan semata.

Angkat Realitas di Balik Layar Penyidik

Drama musikal “SIDIK” akan mengangkat tokoh utama seorang penyidik KPK bernama Sidik. Naskahnya membedah realitas di balik layar penanganan kasus korupsi, proses hukum, hingga potret kemanusiaan dari kehidupan pribadi penegak hukum.

Perwakilan Da Lopez Entertainment, Andovi da Lopez, menyatakan bahwa naskah skrip dikembangkan berdasarkan riset dan wawancara eksklusif bersama para penyidik asli KPK.

Langkah ini diambil demi menjaga objektivitas dan menangkap pola pikir riil para penegak hukum.

Inspirasi cerita datang dari perkara-perkara lama yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

“Kami berangkat dari rasa penasaran publik mengenai realitas kehidupan seorang penyidik KPK. Mulai dari apa yang dilakukan saat menangani kasus, proses penegakan hukumnya, hingga kehidupan pribadi,” jelas Andovi.

Andovi menegaskan cerita ini sengaja tidak mengangkat kasus hukum yang sedang berjalan agar tidak mengintervensi proses hukum yang ada. Kasus-kasus lama yang dipilih juga akan dibumbui dengan sentuhan humor segar agar tetap menghibur penonton.

Sistem Tiket Komersial Demi Hemat Anggaran Negara

KPK menerapkan skema pengelolaan anggaran yang ketat untuk menjaga akuntabilitas pementasan ini. Uang negara hanya dialokasikan untuk mendanai pertunjukan non-komersial yang dihadiri oleh para pegiat pendidikan, penyuluh antikorupsi, serta mitra strategis pencegahan.

Sementara itu, untuk memperbanyak pementasan tanpa membebani APBN, Da Lopez Entertainment diberi ruang menggelar pertunjukan komersial bagi masyarakat umum. Pertunjukan umum tersebut menggunakan sistem tiket elektronik (e-ticketing) yang dikelola secara mandiri.

“Perencanaan, pengelolaan, dan pertanggungjawaban anggaran tetap akuntabel karena keuangan negara hanya dialokasikan untuk show non-komersial,” tegas Amir.

Content Creator Da Lopez Entertainment, Jovial da Lopez, mengapresiasi keberanian KPK yang mau mempercayakan kreativitas kepada para pekerja seni.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor seperti ini masih sangat jarang terjadi di Indonesia.

“Melalui musikal ini, anak muda diharapkan melihat profesi penegak hukum adalah pekerjaan sangat mulia, yang wajib dilandasi integritas kokoh sebagai pondasi utama,” ucap Jovial.

KPK menilai intervensi budaya lewat musikal “SIDIK” sangat relevan di tengah tantangan integritas pendidikan saat ini, termasuk dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang sedang berjalan.

Ke depan, KPK menargetkan drama musikal ini dapat diduplikasi oleh sanggar-sanggar sekolah dan forum teater di seluruh Indonesia agar nilai kejujuran mengakar kuat dalam ekosistem pendidikan nasional.(*)