Laporan: Budi Santoso
SRAGEN | HARIAN7.COM – Gemerincing gamelan dan lakon wayang kulit semalam suntuk kembali menghidupkan tradisi Sedekah Bumi di Dusun Grasak, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. Tradisi yang telah diwariskan turun-temurun itu menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas rezeki, kesehatan, dan keselamatan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Ratusan warga memadati kawasan Sawukandang Dusun Grasak pada Jumat (19/6/2026) untuk mengikuti rangkaian Bersih Desa yang setiap tahun digelar pada Jumat Pahing. Puncak acara dimeriahkan pagelaran wayang kulit dengan lakon Baratayuda atau Serananing Angkara Murka yang dibawakan dalang Ki Budi Prasetyo dari Kedunggayam, Gondang.
Kepala Desa Gondang, Warsito, mengatakan tradisi Sedekah Bumi tidak hanya menjadi sarana ungkapan syukur, tetapi juga upaya melestarikan budaya Jawa yang menjadi identitas masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh warga Dusun Grasak yang tetap menjaga kekompakan dan semangat gotong royong sehingga kegiatan rutin tahunan ini dapat terlaksana. Semoga tradisi bersih desa ini terus berlangsung dan budaya Jawa tetap lestari,” ujarnya.
Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimcam Gondang, perangkat desa, tokoh masyarakat, seniman, serta warga dari berbagai daerah sekitar.
Ketua panitia, Darmono, menuturkan Sedekah Bumi menjadi momentum masyarakat untuk memanjatkan doa dan rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang diterima.
“Melalui Sedekah Bumi ini kami bersyukur atas kesehatan, rezeki, dan keselamatan yang diberikan kepada masyarakat. Kami juga berterima kasih kepada seluruh warga yang telah membantu tenaga, pikiran, maupun materi sehingga acara dapat berjalan dengan baik,” kata Darmono.
Selain menjadi tradisi tahunan, Sedekah Bumi di Desa Gondang juga menjadi ruang kebersamaan warga dalam menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan kesenian wayang kulit yang menjadi warisan budaya Jawa.









Tinggalkan Balasan