DEPOK | HARIAN7.COM – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Depok dalam beberapa hari terakhir terus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Banyak warga mengeluhkan ketiadaan informasi atau pemberitahuan sebelumnya saat aliran listrik tiba-tiba padam, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan pekerjaan.
Keluhan tersebut menyebar luas melalui media sosial, di mana warga bertanya-tanya mengenai penyebab pasti matinya listrik secara serentak tanpa pola yang jelas. “Ada apa kok tiba-tiba mati tanpa ada pemberitahuan sebelumnya? Ini sangat mengganggu, apalagi bagi yang bekerja dari rumah,” keluh seorang warga Depok, Budi (35), seperti dikutip dari unggahan percakapan di group WhatsApp , Sabtu (20/6/2026).
Menanggapi hal tersebut, Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Nurmalitasari, memberikan klarifikasi terkait kondisi kelistrikan di wilayah Jawa, termasuk Depok.
Akui Kendala Teknis pada Dua Unit Pembangkit Besar
Dalam keterangan resminya pada Kamis (19/6/2026), Nurmalitasari menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Jawa saat ini secara umum beroperasi dan terkendali dengan baik. Namun, untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN terpaksa melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.
Langkah ini diambil akibat adanya kendala teknis operasional pada pembangkit listrik. Specifically, terdapat dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan sehingga tidak dapat beroperasi sementara. Kondisi ini menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik secara keseluruhan.
“Langkah tersebut dilakukan karena terdapat kendala teknis operasional pembangkit serta ada dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan sehingga tidak beroperasi sementara dan menurunkan kemampuan sistem pasokan listrik,” ujar Nurmalitasari.
Upaya Percepatan Pemulihan
PLN menyatakan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan percepatan pemulihan. Upaya yang dilakukan meliputi optimasi pasokan dari pembangkit lain yang masih beroperasi normal, serta pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik.
Tujuan utama dari manajemen beban ini adalah meminimalkan dampak yang lebih luas kepada pelanggan. PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pelanggan di Kota Depok dan wilayah lainnya.
“Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem,” tambah Nurmalitasari.
Warga diharapkan untuk bersabar dan mengikuti perkembangan informasi resmi melalui kanal komunikasi PLN. Pihak PLN juga mengimbau agar masyarakat dapat menggunakan listrik seefisien mungkin selama masa pemulihan kondisi pasokan ini berlangsung.









Tinggalkan Balasan