TEMANGGUNG, HARIAN7. COM– Kawasan Candi Borobudur diproyeksikan menjadi pusat pengembangan wisata berkelanjutan yang menghubungkan lima daerah di Jawa Tengah. Konsep aglomerasi “Keburejo-Gelangmanggung” ini mencakup Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Kebumen, dan Temanggung.
Gagasan konektivitas wisata ini menjadi bahasan utama dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Temanggung, Rabu (3/6/2026). Melalui integrasi ini, pergerakan wisatawan diharapkan lebih merata dan mampu mendongkrak ekonomi masyarakat setempat.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa Borobudur tidak boleh berdiri sebagai destinasi tunggal, melainkan harus menjadi hub bagi objek wisata di sekitarnya. Konsep ini meniru strategi beberapa negara pariwisata dunia yang mengarahkan turis dari destinasi utama ke kawasan penyangga.
“Di Turki, turis masuk langsung ditawari destinasi ke beberapa tempat yang terkoneksi. Eks Karesidenan Kedu juga harus begitu. Borobudur bisa dirasakan Kebumen, dan pantai bagus di Kebumen bisa dirasakan Borobudur,” ujar Ahmad Luthfi.
Integrasi ini nantinya mencakup kawasan Borobudur-Kopeng-Rawa Pening, destinasi Purworejo, hingga kawasan Geopark dan wisata pantai di Kebumen. Pemprov Jateng menargetkan pemetaan selesai tahun ini agar infrastruktur pendukung siap dieksekusi pada 2027.
Selain infrastruktur, pengembangan desa wisata baru turut digenjot. Kabupaten Magelang menyiapkan 50 desa wisata, Purworejo 45, Kebumen 35, Temanggung 30, dan Kota Magelang 5 desa wisata. Luthfi juga meminta setiap daerah memperbanyak skala dan jumlah event tahunan untuk memikat pelancong.
Untuk menyelaraskan langkah, Pemprov Jateng segera mengundang PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko serta kepala daerah terkait. Pertemuan ini bertujuan menyusun pola pengembangan pariwisata tanpa merusak nilai warisan budaya dunia (heritage).
Rencana integrasi ini mendapat dukungan penuh dari para kepala daerah yang hadir. Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, bahkan mengusulkan pembukaan Candi Borobudur pada malam hari untuk meningkatkan okupansi hotel.
Sementara itu, Bupati Temanggung, Agus Setyawan, berharap promosi Borobudur dapat dikolaborasikan dengan wisata Sindoro-Sumbing.
Dari sisi promosi, Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, mengusulkan pembuatan kalender event terpadu se-aglomerasi agar jadwal kegiatan tidak saling berbenturan. (*)









Tinggalkan Balasan