Pewarta : Rusmono|Kaperwil Jateng
CILACAP | HARIAN7. COM – Menindaklanjuti perintah Kapolresta Cilacap untuk memfokuskan perhatian pada kalangan remaja atau Generasi Z (Gen Z), Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Cilacap, AKP David Raditya Yudhistira, S.I.K., M.I.K., mengintensifkan program sosialisasi dan edukasi pencegahan kecelakaan lalu lintas.
Program ini dirancang tidak hanya sebagai penegakan hukum, tetapi juga upaya mendalam menyoroti akar persoalan penyebab laka lantas, termasuk fenomena balap liar yang sering melibatkan kaum muda.
Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono, S.H, S.I.K, M.H melalui Kasat Lantas, AKP. David Raditya Yudhistira, S.I.K., M.I.K menjelaskan, bahwa pendekatan persuasif melalui edukasi dinilai lebih efektif dalam mengubah perilaku pengendara dibandingkan sekadar tindakan represif atau tilang.
“Kami ingin masyarakat, khususnya anak-anak muda, memahami mengapa kecelakaan itu terjadi. Bukan karena nasib, tapi karena adanya faktor human error, kelalaian, atau ketidakpatuhan terhadap aturan yang menjadi akar masalahnya,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Kasat Lantas memaparkan data statistik kecelakaan terbaru dan membedah faktor dominan penyebabnya, seperti kecepatan berlebih, pengemudi di bawah pengaruh alkohol atau narkoba, kelelahan (microsleep), serta penggunaan ponsel saat berkendara. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap risiko-risiko ini adalah langkah awal pencegahan yang krusial bagi generasi muda.
“Kita sering mendengar istilah ‘hati-hati’, tapi hati-hati saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kepatuhan. Misalnya, memakai helm bukan hanya untuk menghindari tilang, tapi untuk menyelamatkan nyawa sendiri. Ini adalah akar dari keselamatan,” ungkapnya.
Program edukasi ini menyasar berbagai elemen masyarakat, dengan penekanan khusus pada pelajar dan komunitas pengendara motor. Melalui dialog interaktif, masyarakat diajak untuk berbagi pengalaman dan bertanya langsung mengenai situasi rawan kecelakaan di jalan raya.
Menyoroti maraknya aksi balap liar yang sering meresahkan dan banyak melibatkan remaja, Kasat Lantas mengungkapkan, bahwa hal ini menjadi agenda prioritas Satlantas Polresta Cilacap. Ia berencana melakukan pendekatan dialogis dengan para komunitas otomotif untuk mengalihkan hobi mereka ke arah yang positif.
“Nanti kami akan mengobrol dengan para komunitas, mengapa mereka berkumpul dan melakukan balap liar. Intinya, mereka itu mencurahkan bakat dan hobi mereka. Insya Allah, kami nanti akan membuatkan kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat dan aman,” ungkap David.
Ia bahkan membuka wacana untuk menyediakan fasilitas khusus bagi para penggemar otomotif agar tidak membahayakan pengguna jalan umum. “Syukur-syukur kalau punya jalan atau bisa membuat track (trek) sendiri untuk memfasilitasi hobi mereka. Tapi itu hal yang sangat besar dan harus terkolaborasi dengan pemerintah daerah,” imbuhnya.
Untuk memperkuat dampak positif dari edukasi ini, Satlantas Polresta Cilacap juga menjalin kerja sama strategis dengan Kelompok Sadar (Pokdar) Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Tujuannya adalah mengajak masyarakat, termasuk para pemuda, untuk sadar akan pentingnya aspek keamanan dan keselamatan di jalan raya.
“Harapan kami dengan adanya Pokdar Kamtibmas, mereka bisa membantu melakukan penanganan awal jika terjadi kecelakaan lalu lintas. Selain itu, mereka turut memberikan edukasi kepada masyarakat terkait keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas untuk mencegah kecelakaan,” jelas AKP. David.
Ia menegaskan, bahwa kegiatan sosialisasi dan pembinaan terhadap Pokdar serta kalangan remaja ini akan berlangsung secara berkelanjutan dan rutin. Sinergi antara aparat kepolisian, Pokdar, dan kesadaran masyarakat diharapkan dapat menciptakan budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan, sehingga angka fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Cilacap dapat ditekan secara signifikan.
“Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan memahami akar persoalannya, kita semua bisa menjadi agen keselamatan bagi diri sendiri dan orang lain di jalan raya,” pungkasnya. (*)









Tinggalkan Balasan