Laporan: Wahono | Kabiro Kedu Raya
WONOSOBO | HARIAN7.COM – Di saat sebagian pejabat sibuk rapat di ruangan ber-AC, jajaran Satreskrim Polres Wonosobo justru memilih jalur ekstrem: naik turun medan terpencil demi mengantar bantuan sosial langsung ke warga yang hidup jauh dari hiruk-pikuk kota.
Senin (12/5/2026), rombongan yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Wonosobo Arif Kristiawan mendatangi wilayah pelosok Desa Lipursari, Kecamatan Leksono, hingga Desa Mergolangu, Kecamatan Kalibawang. Bukan operasi penangkapan, melainkan misi kemanusiaan.
Salah satu penerima bantuan adalah Akun Purwanto (55), petani yang tinggal di Dusun Dampit, Desa Lipursari. Lokasinya disebut-sebut cukup terpencil, jauh dari keramaian, bahkan akses listrik dan PDAM pun belum menyentuh wilayah tersebut.
Tak datang dengan tangan kosong, Satreskrim membawa “amunisi sosial” berupa 60 kilogram beras, mi instan, tepung, minyak goreng, hingga lampu emergensi. Lampu itu jadi barang paling menarik perhatian warga, sebab malam di lokasi tersebut masih identik dengan gelap gulita.
“Polri untuk masyarakat. Kehadiran kami bukan hanya sekadar ada, tapi juga diwujudkan lewat kepedulian sosial,” ujar Arif.
Kepala Desa Lipursari, Wagiman, mengaku medan menuju rumah warganya memang tidak mudah ditembus. Dulu ada empat kepala keluarga di lokasi itu, namun sebagian pindah dan ada yang meninggal dunia. Kini kawasan tersebut makin sepi dan terisolasi.
“Listrik belum masuk, PDAM juga belum ada. Bantuan lampu emergensi ini sangat membantu warga supaya malam hari tidak gelap total,” katanya.
Aksi sosial Satreskrim ini pun menuai apresiasi warga. Di tengah banyaknya kabar kriminal dan penegakan hukum, langkah polisi turun langsung membawa bantuan ke pelosok dianggap sebagai sisi lain aparat yang jarang tersorot.
Kegiatan berlangsung aman dan lancar. Sementara warga berharap perhatian terhadap daerah-daerah terpencil seperti itu tak berhenti hanya sekali datang lalu hilang tanpa kabar.









Tinggalkan Balasan