DEPOK | HARIAN7.COM Gemuruh antusiasme warga menutup rangkaian Lebaran Depok 2026 dengan penuh kemeriahan di kawasan Alun-alun Grand Depok City (GDC), Sabtu (9/5/2026). Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Kota Depok tumpah ruah menikmati pesta budaya tahunan yang tidak hanya menghadirkan hiburan rakyat, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan antarwarga.
Wali Kota Depok, Supian Suri, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berkolaborasi menyukseskan perhelatan tersebut. Mulai dari panitia, sponsor, komunitas budaya, pelaku UMKM, hingga warga yang hadir, dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan selama acara berlangsung.
Menurutnya, Lebaran Depok telah berkembang menjadi ruang pemersatu masyarakat yang merefleksikan identitas dan semangat kebersamaan warga Kota Depok.
“Lebaran Depok bukan hanya hiburan tahunan, tetapi menjadi ruang silaturahmi dan kebersamaan. Di sini kita merasakan bahwa Depok adalah rumah bersama yang harus dijaga dengan rasa kekeluargaan,” ujar Supian Suri dalam sambutannya, Sabtu (9/5/2026).
Ia mengaku terkesan melihat tingginya semangat masyarakat yang tetap memadati lokasi acara sejak pagi hingga malam hari meskipun cuaca cukup panas. Antusiasme tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa masyarakat merindukan ruang budaya yang mampu menyatukan berbagai lapisan warga.
Evaluasi dan Rencana Pengembangan
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Depok juga mulai menyiapkan langkah besar untuk pengembangan Lebaran Depok pada tahun mendatang. Supian mengungkapkan dirinya telah berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait peluang kolaborasi agar kegiatan tersebut dapat dikemas lebih besar dan lebih representatif.
“Kami ingin Lebaran Depok ke depan menjadi event budaya yang lebih luas dan nyaman dinikmati masyarakat. Ada kemungkinan nanti konsepnya diperbesar dan bisa digelar hingga malam hari agar suasananya semakin hidup,” katanya.
Ia menilai penyelenggaraan tahun ini sudah berjalan baik, mulai dari tata panggung, arus pengunjung, hingga keterlibatan pelaku budaya dan UMKM. Namun, membludaknya jumlah pengunjung menjadi catatan evaluasi agar kapasitas lokasi dapat diperluas pada penyelenggaraan berikutnya.
“Antusias masyarakat luar biasa. Ini tentu membanggakan, tapi sekaligus menjadi evaluasi agar ke depan fasilitas dan ruang acara bisa lebih memadai,” tambahnya.
Wacana Payung Hukum Perda
Supian Suri juga menyambut baik usulan dari sejumlah anggota legislatif terkait dorongan menjadikan Lebaran Depok sebagai agenda budaya resmi yang memiliki payung hukum daerah melalui Peraturan Daerah (Perda).
Menurutnya, keberadaan regulasi akan memperkuat keberlanjutan acara sekaligus memastikan pengembangan budaya lokal terus mendapat dukungan pemerintah.
“Kegiatan seperti ini layak dijaga dan diwariskan. Jika nantinya ada Perda yang mengatur, tentu akan menjadi langkah baik agar Lebaran Depok terus hadir sebagai kebanggaan masyarakat,” ungkapnya.
Selain menjadi panggung budaya, Lebaran Depok 2026 turut memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Kehadiran ratusan pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga sektor wisata lokal membuat perputaran ekonomi masyarakat meningkat selama perayaan berlangsung.
Bagi Pemerintah Kota Depok, Lebaran Depok kini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol harmoni, penguatan identitas daerah, serta ruang kebahagiaan yang mempertemukan seluruh warga dalam semangat kebersamaan.









Tinggalkan Balasan