HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

POSDHESI Dorong Integrasi Riset dan Pengajaran untuk Perkuat Daya Saing Lulusan HES di Kancah Global

Laporan: Nurrun J

YOGYAKARTA | HARIAN7.COM – Perkumpulan Program Studi dan Dosen Hukum Ekonomi Syariah Indonesia (POSDHESI) menekankan pentingnya integrasi riset, pengabdian kepada masyarakat, dan pengajaran sebagai kunci meningkatkan kualitas lulusan Hukum Ekonomi Syariah (HES) agar mampu bersaing di tingkat global.

Penegasan tersebut mengemuka dalam webinar nasional yang dirangkaikan dengan halal bihalal pada Sabtu (25/4/2026). Kegiatan bertema “Peningkatan Kapasitas Dosen Hukum Ekonomi Syariah ke Arah Penguatan Kemampuan Lulusan dalam Kompetisi Global” itu digelar secara daring melalui Zoom dan diikuti dosen serta pengelola program studi HES dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Ketua Umum POSDHESI, Abdul Mujib, mengatakan dunia hukum ekonomi syariah menghadapi tantangan besar seiring pesatnya perkembangan teknologi. Menurut dia, inovasi seperti smart contract telah mengubah praktik perikatan bisnis modern, namun belum sepenuhnya diimbangi kesiapan sumber daya manusia di bidang hukum.

Baca Juga:  GERDAL Rawa Pening! Dandim & Bupati Semarang Turun Tangan Buru Tikus di Sawah

“Pengajaran hukum masih cenderung normatif dan belum responsif terhadap dinamika industri. Karena itu, perlu paradigma baru agar lulusan HES mampu bersaing secara global,” ujar Mujib dalam sambutannya.

Ia menilai forum webinar ini menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif di kalangan akademisi dalam menyiapkan masa depan pendidikan HES yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dalam sesi halal bihalal, Guru Besar Hukum Ekonomi Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Fakhruddin, mengajak peserta melakukan tiga refleksi penting, yakni refleksi diri, kelembagaan, dan masa depan. Ia menekankan pentingnya memastikan keilmuan yang dimiliki tidak hanya berdampak akademik, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan kebermanfaatan sosial.

Baca Juga:  Membuka Lembaran Baru, Dari Aktivis Jihad ke Barista Sukses

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Sahiron Samsudin, menyoroti dua langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dosen HES. Pertama, memperluas akses terhadap literatur kontemporer, termasuk hasil penelitian terbaru. Kedua, memperkuat penguasaan bahasa asing sebagai pintu masuk ke khazanah keilmuan global.

Menurut Sahiron, penguatan kapasitas dosen tidak dapat dilepaskan dari integrasi antara riset, pengabdian kepada masyarakat (PkM), dan pengajaran.

“Dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga meneliti dan mengabdi. Ketiganya harus terintegrasi agar pembelajaran menjadi kontekstual dan berdampak,” kata dia.

Baca Juga:  Penanganan Kasus Pengeroyokan Tambar Terkesan Lamban, Tersangka Sudah Ada Tapi Belum Ditahan

Ia menambahkan, ketika riset dan PkM dihadirkan dalam ruang kelas, mahasiswa akan lebih siap menghadapi realitas sosial-ekonomi sekaligus tantangan global.

Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya antusiasme peserta. Sejumlah dosen berbagi pandangan terkait strategi penguatan kurikulum, termasuk penyesuaian materi ajar dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

Melalui kegiatan ini, POSDHESI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan kapasitas akademik dan profesional dosen HES. Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga adaptif dan berdaya saing di tingkat global.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!