HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Kartini Tak Sekadar Sejarah, Nawal Dorong Perempuan Jateng Ambil Peran Nyata

REMBANG | HARIAN7.COM – Semangat Raden Ajeng Kartini kembali digaungkan dalam peringatan Hari Kartini 2026. Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengajak perempuan untuk tak berhenti pada seremonial, tetapi menerjemahkan nilai perjuangan Kartini dalam aksi nyata di tengah masyarakat.

Ajakan itu disampaikan dalam talkshow bertema “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” yang digelar Otoritas Jasa Keuangan di Museum RA Kartini, Senin (20/4/2026).

Dalam paparannya, Nawal menilai Kartini bukan sekadar simbol emansipasi, melainkan sosok yang memiliki keberanian berpikir melampaui zamannya. Gagasan-gagasan Kartini, kata dia, tetap relevan untuk menjawab tantangan perempuan masa kini.

Baca Juga:  Mutiara di Kampung Belon Salatiga, Ketangguhan Generasi Z di Tengah Cobaan, Sinoeng: Ketabahanya patut dijadikan inspirasi

“Kartini sudah menyalakan cahaya sejak dulu. Tugas perempuan sekarang adalah menjaga dan menghidupkan cahaya itu dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia mencontohkan, perjuangan Kartini dalam membuka akses pendidikan bagi perempuan menjadi tonggak penting perubahan sosial. Di tengah keterbatasan ruang gerak perempuan pada masanya, Kartini mampu mendirikan sekolah perempuan pertama, sebuah langkah progresif yang hingga kini dampaknya masih terasa.

Baca Juga:  Tarik Ulur Aset Nuklir Bikin DPR Gerah, Muh Haris: "Jangan Sampai Tragedi Irak Terulang"

Tak hanya itu, Nawal juga menyoroti sisi religiusitas Kartini yang kerap luput dari perhatian. Menurutnya, Kartini tidak hanya mengedepankan intelektualitas, tetapi juga memperkuat dimensi spiritual sebagai landasan berpikir dan bertindak.

Dari situ, ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan, karakter, dan spiritualitas dalam membentuk perempuan yang berintegritas.

Dalam konteks kekinian, Nawal mendorong perempuan untuk lebih aktif terlibat dalam isu-isu sosial, mulai dari perlindungan terhadap perempuan hingga pemberdayaan ekonomi. Ia juga menekankan pentingnya keberanian bersuara terhadap persoalan seperti kekerasan seksual, KDRT, hingga ketimpangan gender.

Baca Juga:  Gelombang Tinggi di Jember, Nelayan Tak Melaut dan Harga Ikan Meroket

“Perempuan hari ini harus menjadi pelindung bagi sesamanya dan mampu memberdayakan lingkungan di sekitarnya,” katanya.

Lebih jauh, ia mengajak perempuan Jawa Tengah untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui peran masing-masing. Menurutnya, semangat Kartini akan tetap hidup jika diwujudkan dalam langkah konkret yang memberi dampak luas.

Pesan itu menjadi penegas bahwa Kartini bukan hanya milik masa lalu, melainkan inspirasi yang terus hidup dan relevan bagi perempuan Indonesia hari ini.(Sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!