KPK Safari Keagamaan, Ajak Tokoh Agama Perkuat Budaya Antikorupsi
Pewarta : Rusmono|Kaperwil Jateng (Humas)
CILACAP | HARIAN7. COM – Upaya memperluas jangkauan edukasi dan penanaman nilai-nilai antikorupsi di tengah masyarakat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap menggelar kegiatan ‘Safari Keagamaan Antikorupsi dan Diseminasi Kepada Unsur Keagamaan’.
Acara yang berlangsung Rabu, (15/04/2026) di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Cilacap mengusung tema strategis ‘Menjaga Amanah, Merawat Integritas’. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program roadshow Safari Keagamaan Antikorupsi yang dilaksanakan KPK di berbagai provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah representasi dari berbagai unsur keagamaan, meliputi Tokoh Agama, Penyuluh Agama, Penghulu, perwakilan Santri, serta elemen keagamaan lainnya di Kabupaten Cilacap. Pelibatan tokoh dan unsur keagamaan dianggap krusial mengingat peran strategis mereka sebagai pembimbing moral dan panutan di masyarakat.
Wakil Ketua KPK RI, Ibnu Basuki Widodo, dalam paparannya menegaskan, bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan penindakan. Pencegahan harus dilakukan secara komprehensif melalui tiga pilar utama yakni penguatan pendidikan antikorupsi, perbaikan sistem agar tidak ada celah korupsi, serta penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan.
“Nilai-nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab merupakan pondasi utama bagi setiap aparatur negara dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Tanpa pondasi ini, sistem sebaik apa pun bisa runtuh,” tegas Ibnu di hadapan para peserta.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, H. Aziz Muslim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif KPK menggelar Safari Keagamaan ini di Cilacap.
Aziz Muslim menekankan bahwa dalam perspektif agama, jabatan adalah sebuah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, ia menginstruksikan kepada seluruh ASN di lingkungan Kemenag Cilacap untuk menjadi teladan nyata.
“Seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama diharapkan mampu menjadi teladan dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi,” ujar Aziz.
Lebih lanjut, Kepala Kemenag berharap kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen jajarannya dalam mendukung penuh program pencegahan korupsi.
“Nilai-nilai keagamaan harus senantiasa menjadi landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara profesional, jujur, dan berintegritas,” pungkasnya.
Melalui Safari Keagamaan Antikorupsi ini, diharapkan para tokoh agama dan unsur keagamaan dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarluaskan pesan-pesan antikorupsi di lingkungan terkecil, sehingga tercipta budaya integritas yang kuat di Kabupaten Cilacap. (*)













Tinggalkan Balasan