HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Sekda Jateng Ingatkan Petugas Haji: Layani Jemaah, Ibadah Jadi Bonus

BOYOLALI | HARIAN7.COM – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengingatkan seluruh petugas haji 2026 untuk tidak terbalik dalam menentukan prioritas selama menjalankan tugas di Tanah Suci.

Pesan itu disampaikan saat membuka pembekalan Pendamping Haji Daerah (PHD) Provinsi Jawa Tengah 2026 di Asrama Haji Donohudan, Senin (30/3/2026).

Menurut Sumarno, berdasarkan evaluasi penyelenggaraan haji sebelumnya, masih ditemukan keluhan jemaah terkait pelayanan petugas yang belum optimal. Bahkan, ada petugas yang dinilai lebih fokus menjalankan ibadah pribadi dibandingkan tugas pelayanan.

“Pada momentum ini kami ingatkan sejak awal, ikrarnya adalah menjadi petugas haji,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemerintah Kota Salatiga Memulai Distribusi Logistik Pemilu Tahun 2024

Ia menekankan, kesempatan beribadah bagi petugas seharusnya dipandang sebagai nilai tambah, bukan tujuan utama keberangkatan. Dengan demikian, pelayanan kepada jemaah tetap menjadi prioritas utama.

Sejalan dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Tengah, Fitriyanto, menyoroti pentingnya integrasi antarpetugas sejak awal.

Menurut dia, keberadaan PHD merupakan representasi kehadiran negara dalam memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada 34.122 jemaah haji reguler asal Jawa Tengah.

“Kami ingin petugas kloter dan petugas daerah sudah terintegrasi bahkan sebelum jemaah masuk asrama,” ujarnya.

Baca Juga:  Jelang Hari Raya Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Kab Semarang Masih Stabil dan Belum Ada Kenaikan

Sebanyak 180 PHD mengikuti pembekalan ini, terdiri dari 86 petugas layanan kesehatan dan 94 petugas layanan umum. Mereka dijadwalkan mulai bertugas mendampingi keberangkatan kloter pertama yang masuk asrama pada 21 April 2026.

Sementara itu, salah satu petugas haji daerah asal Demak, Wahid Su’udi, menyatakan dirinya bersama tim telah menyiapkan diri secara menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun mental.

“Kami niatkan tugas ini untuk berkhidmah melayani tamu-tamu Allah,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai potensi persoalan yang kerap muncul dalam penyelenggaraan haji telah diantisipasi sejak awal. Hal itu dilakukan agar seluruh jemaah dapat terlayani dengan baik.

Baca Juga:  LAPK Majapahit Nusantara Apresiasi Polres Salatiga Atas Pelayanan dan Keberhasilan Ungkap Kasus

Menurut Wahid, tantangan tahun ini semakin kompleks, terutama dalam menangani jemaah lansia, perempuan, serta kelompok berisiko tinggi yang membutuhkan perhatian khusus.

“Mayoritas jemaah kami lansia dan berisiko tinggi, sehingga perlu penanganan lebih intensif, termasuk koordinasi dengan tim kesehatan,” katanya.

Wahid yang bertugas di Kloter 35 Kabupaten Demak dengan sekitar 360 jemaah menegaskan, kolaborasi antarpetugas menjadi kunci utama dalam memastikan pelayanan berjalan optimal.

“Semua harus saling mendukung agar tidak ada jemaah yang terabaikan,” ujarnya.(ZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!