HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Operasi Ketupat Candi 2026 Dimulai, 384 Personel Gabungan Amankan Mudik di Kudus

Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Polres Kudus, Polda Jawa Tengah, memulai pengamanan arus mudik dan balik Lebaran melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Kamis (12/3). Sebanyak 384 personel gabungan dari Polri, TNI, dan berbagai instansi terkait diterjunkan untuk menjaga keamanan serta kelancaran arus mudik di wilayah Kabupaten Kudus.

Apel tersebut dipimpin Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, didampingi Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo serta Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, ditegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan tahapan penting untuk memastikan kesiapan seluruh personel dan sarana pendukung sebelum operasi pengamanan dilaksanakan.

“Apel ini menjadi momentum untuk memastikan kesiapan seluruh personel dan sarana prasarana dalam rangka pengamanan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah agar berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar,” ujar Sam’ani.

Baca Juga:  Ringankan Beban Korban Gempa Bumi di Sulbar dan Bencana Banjir di Kalsel, Polda Jatim Salurkan Bantuan Senilai 1,8 Milyar

Ia menjelaskan Operasi Ketupat 2026 digelar secara terpusat selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Secara nasional operasi tersebut melibatkan 161.243 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait.

Survei Kementerian Perhubungan memperkirakan potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran tahun ini mencapai 143,9 juta orang. Kondisi tersebut menuntut seluruh jajaran pengamanan meningkatkan kesiapan guna mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas maupun potensi gangguan keamanan.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan Polres Kudus mengerahkan 240 personel Polri dalam operasi tersebut. Personel akan ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mendukung pengamanan arus mudik.

“Polres Kudus menerjunkan 240 personel untuk pengamanan Operasi Ketupat Candi 2026. Selain itu kami juga menyiapkan satu pos pengamanan di Kerawang, satu pos pelayan di Terminal Induk Kudus dan satu pos terpadu di alun-alun simpang tujuh kudus guna memberikan pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran,” jelas AKBP Heru.

Baca Juga:  Pemprov DKI & TikTok Bersinergi Cegah Ajakan Tawuran di Media Sosial

Menurutnya, pengamanan tidak hanya terfokus pada arus lalu lintas, tetapi juga mencakup berbagai objek vital seperti masjid, lokasi salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, objek wisata hingga terminal.

“Pengamanan juga dilakukan pada acara tradisi pasca lebaran seperti tradisi Bulusan di Desa Hadipolo, tradisi Sewu Kupat di Colo, Syawalan Sendang Jodo di Purworejo dan tradisi Lomban di Kesambi,” imbuhnya.

Pengamanan Operasi Ketupat Candi 2026 juga melibatkan unsur lintas sektoral, di antaranya Kodim 0722/Kudus, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, BPBD, PMI, Damkar, relawan serta organisasi kemasyarakatan.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti minuman keras hasil penindakan aparat kepolisian selama beberapa waktu terakhir. Sebanyak 4.268 botol miras dari berbagai merek serta jenis arak atau putihan dimusnahkan dengan cara dilindas menggunakan alat berat.

Baca Juga:  Tak Kenal Maka Tak Sayang, Resmi Jabat Kapolres Salatiga, AKBP Indra Silaturahmi ke Jajaran Forkopimda

“Langkah tegas ini merupakan upaya preventif untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan, seperti aksi tawuran, kasus pembunuhan, maupun tindak kriminalitas lainnya yang seringkali dipicu oleh pengaruh alkohol,” tegas AKBP Heru.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyatakan masih maraknya peredaran miras di wilayah Kudus menjadi perhatian pemerintah daerah. Ia menegaskan keberadaan minuman beralkohol bertentangan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kudus yang menerapkan kebijakan nol persen alkohol.

Pemerintah Kabupaten Kudus, kata dia, bersama aparat terkait akan terus melakukan razia secara rutin agar wilayah Kudus benar-benar terbebas dari peredaran minuman keras serta tetap kondusif selama masa Lebaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!