HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Panglima TNI Tegas! Prajurit yang Ambil Jabatan Sipil Wajib Mundur

JAKARTA | HARIAN7.COM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan aturan main soal prajurit yang melangkah ke ranah sipil. Tak ada jalan tengah—siapa pun prajurit aktif yang ingin menduduki jabatan di luar struktur TNI harus mengundurkan diri atau mengambil opsi pensiun dini.

Baca Juga:  Darah di Arena Sabung Ayam: Anggota TNI Diduga Tembak Mati Tiga Polisi, Kini Ditahan

Ketegasan ini bukan tanpa dasar. Agus merujuk langsung pada Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, khususnya Pasal 47 ayat (2), yang hanya memperbolehkan prajurit aktif menduduki jabatan di sektor politik dan keamanan negara. Di luar itu? Pensiun dini atau keluar dari dinas aktif adalah satu-satunya pilihan.

Baca Juga:  Lantik 327 Pejabat Kementerian ATR/BPN, Menteri AHY Harapkan Pejabat yang Dilantik Berikan Dampak Terbaik bagi Institusi dan Masyarakat

Menghindari Polemik, Menjaga Profesionalisme

Dalam pernyataannya di STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Agus ingin memastikan publik memahami aturan ini dengan jelas. “TNI aktif yang berdinas di kementerian atau lembaga lain, harus mengundurkan diri atau pensiun dini dari dinas aktif,” tegasnya.

Baca Juga:  Tunjangan DPRD Depok Disorot, PKB Pilih Buka Dialog

Aturan ini dibuat untuk menjaga netralitas dan profesionalisme TNI. Pasalnya, posisi ganda antara dinas militer dan jabatan sipil berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Dengan pengunduran diri, prajurit yang berpindah ke ranah sipil tak lagi terikat oleh aturan militer dan bisa sepenuhnya beradaptasi dengan sistem baru.

Baca Juga:  Minyak Jelantah Jadi Peluang Emas, Batang Ubah Limbah Jadi Laba

Bukan Sekadar Formalitas

Proses pengunduran diri ini juga bukan sekadar seremonial. Setiap prajurit yang memilih jalur sipil harus melalui tahapan administrasi ketat yang berada di bawah kendali pimpinan TNI. Setelah semua proses selesai, barulah status mereka berubah menjadi warga sipil seutuhnya.

Baca Juga:  Cinta dari Ranjang IGD: Kisah Haru Calon Pengantin yang Dibacok di Palembang

Agus berharap ketegasan ini mengakhiri spekulasi dan kesalahpahaman terkait prajurit TNI yang ingin berkarier di sektor sipil. “Prinsip utama yang harus dijunjung tinggi adalah kepatuhan terhadap aturan, profesionalisme, dan integritas TNI sebagai garda terdepan pertahanan negara,” tandasnya.

Baca Juga:  Selama Ramadhan, Tempat Hiburan Malam di Kabupaten Semarang Wajib Tutup, Usaha Pariwisata Tetap Berjalan

Dengan aturan ini, TNI menegaskan komitmennya dalam menjaga marwah institusi serta memastikan setiap prajurit tetap berada pada jalur yang sesuai dengan ketentuan hukum. Tidak ada ruang abu-abu, hanya dua pilihan: tetap berdinas atau resmi menjadi sipil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!