SEMARANG,HARIAN7.COM – Kesibukan menjalankan tugas sebagai anggota TNI dan Polri tak menghalangi Sertu Sugeng Hariyanto dan putranya, Bripda Danu Prakas Andriansyah, untuk menuntaskan pendidikan tinggi. Keduanya bahkan mencatatkan momen istimewa dengan meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) secara bersamaan.

Ayah dan anak tersebut mengikuti prosesi yudisium dan wisuda Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang yang berlangsung di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu (4/11/2026).

Sugeng saat ini bertugas sebagai Bintara Administrasi (BA) Staf Intelijen Kodim 0733/KS Semarang. Sementara putranya, Danu, bertugas sebagai BA Subbag Pamkolsik Yanma Polda Jawa Tengah.

Keberhasilan keduanya menyelesaikan pendidikan di tengah tanggung jawab kedinasan menjadi cerita tersendiri. Bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga perjuangan dua generasi dalam keluarga yang sama-sama mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Bagi Sugeng, wisuda bersama putranya menjadi kebanggaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ia tidak hanya berhasil meraih gelar sarjana, tetapi juga dapat menyaksikan anaknya menyelesaikan perjalanan pendidikan pada waktu yang sama.

Sebaliknya, bagi Danu, momen tersebut menjadi pengalaman berharga karena bisa berdiri bersama sang ayah dalam satu prosesi wisuda.

Sugeng mengatakan, pencapaian itu merupakan anugerah sekaligus bukti bahwa kesempatan untuk menuntut ilmu tidak dibatasi usia maupun profesi.

“Sungguh sebuah anugerah yang luar biasa, ketika perjuangan menuntut ilmu tidak hanya melahirkan gelar kesarjanaan, tetapi juga menghadirkan kenangan indah tentang perjalanan seorang ayah dan anak dalam satu momen kebanggaan,” ujar Sugeng seusai prosesi wisuda.

Menurut dia, keberhasilan tersebut menjadi pengingat bahwa tidak ada kata terlambat untuk meraih cita-cita selama disertai tekad, kesabaran, dan doa.

“Hari ini kita tidak hanya merayakan dua kelulusan, tetapi juga merayakan cinta, keteladanan, perjuangan, dan doa yang akhirnya bertemu dalam satu kebahagiaan. Sungguh, ini bukan sekadar wisuda, melainkan sebuah kisah indah yang akan dikenang sepanjang masa,” imbuhnya.

Kisah Sugeng dan Danu memperlihatkan bahwa pengabdian melalui institusi negara dan pengembangan pendidikan dapat berjalan beriringan. Keduanya membuktikan bahwa kesibukan pekerjaan bukan alasan untuk berhenti belajar dan meningkatkan kemampuan diri.

Lebih dari sekadar gelar akademik, keberhasilan ayah dan anak ini menjadi gambaran tentang keteladanan dalam keluarga. Seorang ayah tidak hanya memberikan nasihat kepada anaknya, tetapi juga menunjukkan secara langsung bahwa semangat belajar harus terus dijaga.

Pencapaian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi keluarga besar TNI-Polri maupun masyarakat luas, terutama generasi muda, agar tidak berhenti mengejar pendidikan dan cita-cita.